Minggu , 28 Juni 2026
Polres Kuansing melakukan simulasi Simulasi Pengamanan Operasi Mantap Praja Tahun 2024.ist

Massa Bentrok dengan Polisi di Jalan Rusdy S Abrus, Simulasi Pengamanan OMP 

KUANSING (pekanbarupos.co) — Puluhan massa terlibat bentrok dengan petugas keamanan di Jalan Rusdy S Abrus Kota Telukkuantan, Senin (26/8). Aksi saling dorong pun terjadi antara keduanya, bahkan polisi sempat mengeluarkan mobil watercanon.

Ternyata aksi tersebut merupakan rangkaian simulasi pengamanan dalam rangka persiapan Operasi Mantap Praja Tahun 2024 yang digelar Polres Kuansing.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito. Gladi bersih ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting dari jajaran Polres Kuansing, termasuk Wakapolres Kuansing Kompol Robet Arizal, para Kabag, Kasat, perwira, serta personel Polres Kuansing dan Polsek jajaran.

Kapolres mengatakan gladi bersih ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan skenario selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kuansing tahun 2024.

“Simulasi pengamanan dibagi dalam beberapa skenario yang mencerminkan berbagai tahapan kritis selama pelaksanaan Pilkada,” katanya.

Skenario pertama kata Kapolres, dimulai dengan gambaran suasana Kota Teluk Kuantan yang cerah dan aktivitas lalu lintas yang terkendali, di mana Satuan Lalu Lintas Polres Kuansing sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas untuk menjaga kelancaran.

Tahapan-tahapan penting Pilkada yang perlu pengawalan kata Kapolres, seperti pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, penetapan calon, kampanye, masa tenang, hingga pencoblosan di TPS, disimulasikan untuk memastikan pengamanan yang ketat di setiap tahap.

“Skenario pengamanan masa kampanye, yang akan berlangsung dari 25 September hingga 23 November 2024,” katanya.

Salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan melaksanakan kampanye di lokasi yang telah ditentukan, mendapatkan pengamanan ketat dari personel Polres Kuansing. “Sebelum pelaksanaan kampanye, personel melakukan apel kesiapan dan membagi tugas sesuai tanggung jawab masing-masing,” katanya.

Massa pendukung calon mulai berdatangan ke lokasi kampanye, dan petugas Sat Lantas Polres Kuansing melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang diakibatkan oleh konvoi pendukung. “Anggota Bhabinkamtibmas juga melakukan patroli di sekitar area kampanye untuk memastikan ketertiban,” ujarnya.

Namun, skenario ini menunjukkan potensi ancaman ketika seorang individu tak dikenal menyamar sebagai simpatisan dan mencoba melakukan penyerangan terhadap calon yang sedang berorasi. Sesuai prosedur, tim keamanan segera mengamankan calon dan menangkap pelaku, yang kemudian diserahkan kepada Sat Reskrim Polres Kuansing untuk diproses lebih lanjut.

Simulasi dilanjutkan dengan skenario pengamanan di TPS 02 Desa Beringin Taluk pada hari pencoblosan, 27 November 2024. Dalam skenario ini, proses pemungutan suara berjalan lancar hingga seorang warga yang tidak membawa undangan dari KPU tidak diperbolehkan memberikan suara. Warga tersebut menolak menerima keputusan ini dan membuat keributan di TPS.

Anggota PPS dan Linmas mencoba menenangkan situasi, namun ketika negosiasi tidak berhasil, mereka meminta bantuan personel pengamanan TPS yang segera bertindak untuk mengatasi keributan dan mengamankan situasi.

Skenario pengamanan pleno di Kantor KPUD Kuansing, pada tahap rekapitulasi hasil pemungutan suara, yang berlangsung dari 27 November hingga 16 Desember 2024, muncul potensi gangguan keamanan.

Berdasarkan informasi dari Sat Intelkam, ada calon Bupati dan Wakil Bupati yang tidak terima dengan hasil pleno dan merencanakan aksi unjuk rasa di kantor KPUD Kuansing.

Personel Polres Kuansing, di bawah perintah Kapolres, melaksanakan apel persiapan pengamanan dan mempersiapkan langkah-langkah untuk menghadapi massa.

Ketika massa mulai berdatangan dan situasi berujung anarkis, negosiasi dilakukan oleh Kasat Binmas, namun karena massa semakin tak terkendali, Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut dikerahkan untuk menghalau massa.

Pada puncak skenario, massa yang semakin anarkis dihadapi dengan penyemprotan air dari water cannon dan intervensi tim Raimas dengan motor trail untuk membubarkan kerumunan.(cil)

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *