Minggu , 28 Juni 2026

Berkat Kerjasama Tangani Stunting, Desa Mentayan Raih Prestasi Tingkat Nasional

BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Ismail, mengatakan keberhasilan Desa Mentayan mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional dalam penanganan penurunan stunting, sehingga mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis.

“Prestasi Desa Mentayan diraih tak lepas dari dukungan kerjasama solid dari semua stakeholder terkait. Hal ini patut kita apresiasi. Hendaknya menjadi percontohan dari seluruh aparatur desa se-Kabupaten Bengkalis dalam melaksanakan roda pemerintahan dan pembangunan,” ungkap Ismail.

Lebih lanjut Ismail mengatakan, adanya kepemimpinan kepala desa yang baik mendapat dukungan penuh dari perangkatnya, seperti Badan Permusyawaratan Daerah (BPD), bidan desa, para Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader Posyandu, serta penyuluh agama, yang disambut seluruh lapisan masyarakat.

Disamping itu, Ismail mengungkapkan peran para Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) yang selalu bekerja keras memberikan pendampingan dalam penggunaan dana desa.

“Ini modal utama, sehingga Desa Mentayan dinobatkan pada posisi kedua sebagai desa berkinerja baik dalam konvergensi penurunan stunting tahun 2024,” kata Ismail.

“Tak hanya itu, para Pendamping Desa Kabupaten Bengkalis, dukungan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa, maupun TPPS Kecamatan dan Kabupaten yang secara intensif mengawal dan melakukan pendampingan dalam kerja desa menangani stunting,” ujar Ismail.

Ditambahkan Ismail, penanganan stunting secara konvergensi telah nyata mampu menurunkan angka prevalensi stunting di Desa Mentayan menjadi zero stunting di tahun 2024.

Seperti diketahui pada tahun 2023 lalu terdapat dua orang anak terindikasi stunting, berkat kerja sama yang solid dari seluruh pemangku kepentingan maka hingga bulan Juli 2024 tidak ada lagi anak yang terindikasi stunting.

Desa Mentayan menangani stunting dengan memanfaatkan data yang terkait secara baik, seperti data keluarga beresiko stunting dan data status gizi anak dari Puskesmas setempat. (Mil)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *