Kamis , 30 April 2026

Nihil Bantuan Pemerintah, Atlet Sampan Inhu ‘Menjerit’

Bapaslon Inhu silaturahmi dengan atlet sampan.

INHU (pekanbarupos.co) – ‘Jeritan’ hati para atlet Sampan Jalur Putra Sulung Indragiri asal Desa Alang Kepayang Kecamatan Rengat Barat, Inhu, membuat Bapaslon SAH ikut prihatin.

Jeritannya sangat menohok, sebab, disetiap perhelatan event nasional atlet dayung sampan tradisional ini tak kunjung dapat perhatian dari pemerintah.

“Jangankan dibantu mobilisasi atau akomodasi dan penginapan di Kuansing, Atet yang sedang sakit pun tidak pernah dibantu,” Ungkap penasehat atlet Sampan Jalur Putra Sulung Indragiri, Abdulrahman, disela acara syukuran, Sabtu, 14 September 2024 dihadiri Bapaslon SAH.

Bapaslon SAH hadir dalam syukuran, setelah diundang langsung panitia syukuran lalu diaminkan para atlet dan Masyarakat daerah aliran sungai (DAS).

Curhatan bercampur sedih bermula saat penasehat atlet Sampan, Abdulrahman bercerita tentang atlet juara III di daerah destinasi Danau Raja Rengat itu mengikuti even jalur di Tepian Narosa Taluk Kuantan.

Namun miris, atlet asal dayung asal Desa Alang Kepayang ini tak kunjung dapat perhatian dari Pemerintah. “Walau tidak memperoleh juara satu, Sampan Jalur Besar Putera Sulung masih memperoleh peringkat IX, namun disebalik keberangkatan para atlet memiliki cerita yang sangat prihatin,” Abdulrahman sedih.

Padahal, keberangkatan para atlet ke Taluk Kuantan tidak membawa nama Desa tapi membawa nama Kabupaten Inhu yang seyogyanya ada bantuan dari Pemerintah. Sebut mantan Kades ini menohok.

Curhat, Penasehat Sampan juga mengatakan saat para atlet pulang ke Desa, ada salah satu atlet yang sedang sakit butuh dana perobatan sebesar 3 juta 800 ribu dan lagi-lagi tidak dapat perhatian dari Pemerintah. “Jangankan perhatian untuk tim medis aja tidak ada,” sambungnya.

Untuk mendapatkan uang itu, atlet itu harus bekerja mendayung di sampan lain dengan harapan dapat cuan untuk berobat. “Ini sangat prihatin sekali, semua biaya mulai dari keberangkatan, sewa rumah para atlet di kuansing tak ada dibantu,” Sesalnya.

Namun demikian, pengalaman kelam atlet tidak pernah pupus. Sebab, kepada BBapaslon SAH mereka berharap nasib para atlet di Inhu ada perubahan dimasa mendatang.

”Kami berharap kepada pasangan Ade Agus Hartanto-Hendrizal (SAH) jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati untuk selalu memperhatikan para Atlet yang ada di Inhu,” ketus Abdulrahman. San

 

About junaidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *