BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Disela pembahasan permasalahan stunting, bhabinkamtibmas pesankan ibu-ibu kader posyandu untuk berperan ciptakan Pilkada Aman dan Damai.
Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata anak seusianya akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Stunting bisa terjadi sejak anak masih dalam kandungan, hingga usia 2 tahun.
Ciri-ciri : Tinggi badan anak berada di bawah standar yang ditetapkan.
Penyebab : Kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan anak, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Berdampak pada kecerdasan anak dan risiko timbulnya penyakit degeneratif.
Kemudian bhabinkamtibmas Aipda Fatzil Irdi menanyakan kepada ibu-ibu Kader Posyandu Bagaimana cara mengatasinya.
Penjelasan Ibu-Ibu Kades Posyandu, untuk mencegah stunting :
1. Memastikan asupan gizi anak cukup, terutama protein berkualitas tinggi.
2. Memastikan sanitasi lingkungan tempat tinggal memadai, seperti tersedia air bersih dan sarana MCK.
3. Memastikan ibu hamil dan menyusui memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan.
“Perlu diketahui bahwa genetika hanya menyumbang sebagian kecil untuk kondisi kesehatan anak. Anak yang bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting,” penjelasan salah satu Kader Posyandu.
Kemudian ditengah-tengah pembahasan Stunting Bhabinkamtibmas menyampaikan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Kami selaku pihak kepolisian wajib dekat dengan masyarakat dari kalangan manapun dan kami harus menyampaikan tanggung jawab menciptakan kamtibmas yang kondusif,” ujarnya.
“Maka dari itu marilah kita jaga keberagaman pemikiran khususnya pada pilkada yang sedang berjalan ini jangan para ibu-ibu mempermasalahkan beda pilihan tetaplah kita menjaga kerukunan walaupun diantara ibu-ibu ada yang memiliki perbedaan dalam pemilihan paslon pada Pilkada mendatang,” jelas Aipda Fatzil.
Selain menjelaskan arti pentingnya kerukunan dalam bermasyarakat kemudian Aipda Fatzil menyampaikan tentang berita hoaks dan ujaran kebencian.
“Diera kemajuan globalisasi ini media sosial sangat berperan dalam kehidupan kita namun salah dalam pemanfaatannya akan menjadi petaka. Maka dari itu kami berpesan kepada ibu-ibu hendaknya mencari kebenaran jika ada berita yang belum tau kebenarannya agar tidak menjadi penyebar berita Hoaks bahkan membenarkan ujaran kebencian dengan cara menge-share ulang. Jadilah pengguna medsos yang bijak,” pesan Aipda Fatzil.
Selanjutnya bhabinkamtibmas bersama ibu-ibu Kader Posyandu mendata anak-anak warga desa yang dinyatakan memiliki ciri-ciri Stunting untuk dilakukan tindakan.
Pekanbaru Pos Riau