Kamis , 30 April 2026
Korban bundir dengan cara gantung diri dievakuasi petugas

Histeris, Ibu Kandung Temukan Anak Gadisnya Tewas Gantung Diri 

TANJUNG MEDAN (pekanbarupos.co) – Gempar, seorang gadis berinisial SR (21) warga Jalan Penghulu Mansur, Tanjung Medan, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir ditemukan tewas gantung diri didalam rumah kosong.

Informasi yang diperoleh awak media Posmetro Rohil dari Mapolsek Pujud menerangkan penemuan mayat gantung diri tersebut terjadi pada hari Rabu, 16 Oktober 2024 sekira pukul 13.15 Wib.

Kapolsek Pujud AkP Tri Adiyatmika S.H M.H yang dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Sobar Dalimunte membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, korban tewas gantung diri ditemukan didalam rumah kosong dengan menggunakan tali tambang dan ditemukan langsung oleh ibu kandungnya,” terang Kanit Reskrim Polsek Pujud Ipda Sobar.

Dijelaskan Ipda Sobar, saat ini mayatnya sudah diserahkan ke pihak keluarga dan sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban serta mengikhlaskan kepergian almarhumah.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan mengikhlaskan kepergian almarhumah,” kata Sobar lagi.

Dijelaskannya Sobar, kronologi penemuan mayat tersebut bermula Pada Rabu 16 Oktober 2024 sekira pukul 09.30 Wib Pada saat itu ibu kandung korban (Herdawati) sedang bersama korban dan juga kakak korban yang bernama Amelia Riska sedang mengambil buah matoa di halaman rumahnya, dan setelah itu Amelia Riska pamit kepada mamaknya dan korban karna mau bekerja sehingga korban tinggal berdua bersama ibu kandungnya.

Dan kemudian sekira pukul 11.00 wib korban pergi ke belakang sendirian dan ibu kandung tanpa merasa curiga jika korban hendak mengakhiri hidupnya di dalam rumah kosong itu. Beberapa jam kemudian  sekitar pukul 13.15 wib ibu korban merasa janggal karena korban tak muncul sehingga Herdawati mencari korban ke belakang rumah.

Dan alangkah kagetnya saat menuju kebelakang rumah kosong dan membuka pintu ditemui anaknya sudah tergantung dan masih dalam keadaan ngorok, namun karena panik dan histeris ibu kandung tak berfikiran untuk melepas atau memotong tali tambang tersebut dan menjerit minta tolong warga dan selanjutnya warga berdatangan serta menghubungi Bhabinkamtibmas.

“Ibu kandung korban ini masih sempat mendengar anaknya ngorok,namun karena panik, histeris dan ketakutan beliau tak berfikiran untuk memotong tali,” terang Sobar.

Selanjutnya Bhabinkamtibmas melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Pujud AKP Tri Adiyatmika, S.H, M H, atas informasi penemuan mayat tersebut Kapolsek Pujud memerintahkan Personil Polsek dan Reskrim Polsek Pujud berangkat menuju tempat kejadian dan saat itu keadaan korban masih dalam keadaan tergantung. 

Tak lama kemudian piket Reskrim melakukan pemeriksaan TKP dan interogasi awal kepada para saksi-saksi,  dan kemudian mencatat hasil interogasi tersebut, kemudian pers Polsek Pujud bersama pihak puskesmas menurunkan mayat tersebut dengan cara memotong tali tambang tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas  untuk dilakukan pemeriksaan luar atau Visum terhadap mayat.

Selanjutnya hasil keterangan dokter menerangkan bahwa tidak ditemukan adanya kekerasan akibat benda tumpul, ditemukan luka lecet pada leher bagian depan akibat tarikan tali tambang,ditemukan adanya bekas simpulan tali tambang diatas kepala dan sebab kematian korban diduga akibat bunuh diri.

“Motifnya belum diketahui, namun pihak keluarga sudah membuat surat penolakan untuk tidak di lakukan Otopsi dan tidak menuntut pihak manapun di kemudian hari,” jelas Sobar.(met)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *