Pj Sekda Kuansing Minta Maaf dan Janji tak Buat Kegiatan Dimasa Tenang
KUANSING (pekanbarupos.co)–Ratusan massa menggeruduk Kantor Bupati Kuansing, Ahad (24/11) sekira pukul 10.30 WIB. Massa datang menggunakan motor dan mobil.
Tapi langkah mereka tertahan di gerbang pintu masuk Kantor Bupati yang dijaga belasan anggota Satpol PP Kuansing. Palang besi pun dipasang. Massa mencoba masuk dan berteriak.
“Ada apa libur-libur begini mengumpulkan semua camat dan kades-kades se-Kuansing,” kata mereka berteriak sambil meminta PJ Sekda Fahdiansyah yang berada didalam memimpin rapat untuk ke luar dan menemui massa.
Kasat Intel AKP Surfanaidi bersama Kasat Pol PP Rio Kasyter mencoba menenangkan massa. Tapi itu pun tak berpengaruh banyak.
Massa yang mulai emosi tetap menginginkan penjelasan dari Pj Sekda apa maksud dan tujuan di hari libur dan masa tenang Pilkada.
Mendapatkan laporan itu, Pj Sekda Fahdiansyah sekitar pukul 10.50 WIB didampingi personel Satpol PP pun datang menemui massa. Adu mulut pun terjadi. Dia mengakui kalau ada pertemuan bersama camat dan kepala desa.
“Iya, ada pertemuan camat dan kades se-Kuansing. Bahas Pilkada meski hari libur pemerintah daerah harus menjamin kelangsungan Pilkada,” katanya.
Penjelasan itu tidak diterima massa. Sebab, mereka menduga dan mendapatkan informasi kalau pertemuan itu sengaja dilakukan untuk mengarahkan dukungan pada salah satu Paslon yang maju pada Pilkada Kuansing.
Mendapat penolakan penjelasan itu, Fahdiansyah pun langsung meninggalkan kerumunan massa dan masuk kembali ke kantor bupati.
Sedangkan Kades, PJ Kades, camat keluar dari jalan belakang dan samping kantor bupati.
Sementara jumlah massa datang semakin banyak. Mereka akhirnya pun berhasil masuk ke halaman kantor bupati, menuju kantor bupati.
Untung saja, tak terjadi kericuhan antara massa dengan Satpol PP dan Polres Kuansing yang berjaga. Massa yang sudah mulai panas, berulangkali adu mulut dengan anggota Satpol PP.
Tapi masih bisa di tahan oleh personel Polres Kuansing dan sejumlah Kasat Polres Kuansing yang turun mengamankan.
Sekitar pukul 12.10 WIB, Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SH MH datang ke Kantor Bupati Kuansing itu. Dia mendatangi kerumunan massa. Menenangkan dan mendengarkan aspirasi massa itu dengan tenang.
Mereka meminta pada PJ Sekda Kuansing dr H Fahdiansyah untuk keluar menemui massa dan menjelaskan secara detail apa maksud dan tujuan pertemuan Kades, PJ kades dan camat se-Kabupaten Kuansing itu.
Karena mereka mendapatkan informasi dan adanya indikasi kalau pertemuan itu untuk mengarahkan dukungan pada salah satu Paslon yang maju dalam Pilkada Kuansing.
“Kami minta pak PJ Sekda turun, beri penjelasan,” teriakan massa di depan pintu masuk Kantor Bupati Kuansing itu.
Setelah beberapa lama, dan massa menjamin tidak akan berbuat anarkis, PJ Sekda Fahdiansyah yang biasa dipanggil Ukup itu pun datang. Didampingi Kapolres Pangucap Priyo Soegito, Ukup meminta maaf kalau pertemuan hari ini banyak terjadi salah arti.
Pertemuan kali ini bersama untuk memastikan kelangsungan pelaksanaan Pilkada Kuansing dan bukan untuk mengarahkan dukungan pada salah satu Paslon. Tapi penjelasan itu dibantah seratusan massa yang datang dan mendengarkan.
“Kami tau dan mendapat informasi, kalau pertemuan itu akan diarahkan untuk memenangkan salah satu Paslon,” teriakan beberapa orang di tengah kerumunan massa itu yang dicoba ditenangkan Indra Putra, Hendra AP, Nerdi Wantomes dan lainnya.
Melihat aksi itu, Ukup bersama Kapolres dan perwakilan massa berjanji untuk menjaga situasi keamanan menjelang Pilkada, untuk menghindari salah sangka, curiga, pemerintah daerah akan menghentikan semua kegiatan yang digelar pemerintah daerah di masa tenang yang bisa menimbulkan kecurigaan atau bisa menguntungkan salah satu Paslon.
“Kami minta maaf telah menimbulkan kegaduhan, saya berjanji, semua kegiatan pemerintah daerah yang bisa menimbulkan kecurigaan atau menguntungkan salah satu Paslon, untuk dihentikan. Kalau pun akan dilaksanakan, kami akan mengundang perwakilan Paslon,” ujarnya.
Mendengar itu, massa masih menanyakan keseriusan janji PJ Sekda. “Kalau ketemu sama kami, akan kami bubarkan,” teriak massa.
Penjelasan Ukup itu sedikit bisa diterima massa. Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito pun meminta semua massa untuk tenang, membantu menjaga situasi aman dan kondusif menjelang Pilkada.
“Kita ini se kampung. Jadi tolong jaga situasi dan keamanan bersama,” kata Kapolres. Setelah berdiskusi, akhirnya sekitar pukul 13.10 WIB massa membubarkan diri. (rpg/cil)
Pekanbaru Pos Riau