PEKANBARU (pekanbarupos.co)– Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) menorehkan prestasi gemilang dengan meluncurkan SarcopeniaGuard, sebuah aplikasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk memantau dan mencegah sarcopenia, kondisi penurunan massa otot dan kekuatan yang umum terjadi pada lansia, (27/12/2024).
Peluncuran ini merupakan puncak dari kerja keras tim dosen IKTA yang didukung oleh program Bantuan Biaya Luaran Prototipe dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun 2024.
Peluncuran uji coba alat dan aplikasi yang berlangsung di Tangkerang Labuai ini merupakan momen penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia.
Tim Peneliti yang diketuai oleh Ns. Arya Ramadia, M.Kep, Sp.Kep.J, bersama anggota Riska Epina Hayu, MPH dan Nursaka Putra, S.Kom., M.Kom, serta dua mahasiswa IKTA, telah mencurahkan dedikasi dan keahlian mereka untuk mewujudkan inovasi teknologi kesehatan yang bermanfaat ini.
Sarcopenia merupakan kondisi yang sering terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk kerentanan terhadap jatuh, kehilangan kemandirian dan meningkatnya risiko hospitalisasi.
Sarcopenia merupakan ancaman tersembunyi bagi lansia di Indonesia, Ns. Arya Ramadia, M.Kep, Sp.Kep.J, Ketua Tim Peneliti SarcopeniaGuard.
“Banyak lansia yang tidak sadar bahwa mereka mengalami sarcopenia hingga kondisi ini mencapai tahap yang lebih serius.” jelasnya.
SarcopeniaGuard adalah aplikasi berbasis IoT yang dilengkapi dengan sensor untuk memantau aktivitas fisik, kekuatan otot dan komposisi tubuh lansia. Data yang diperoleh dari sensor akan diolah oleh aplikasi dan ditampilkan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh perawat. Aplikasi ini juga menyediakan rekomendasi latihan fisik dan pola makan yang tepat untuk mencegah sarcopenia.
SarcopeniaGuard memungkinkan perawat untuk memantau kondisi lansia secara real-time,” jelas Riska Epina Hayu, MPH, anggota tim peneliti. “Aplikasi ini juga menyediakan rekomendasi latihan fisik dan pola makan yang tepat untuk mencegah sarcopenia”.
Pada peluncuran hari ini, SarcopeniaGuard diuji coba pada 6 lansia yang telah dipilih sebagai responden. Uji coba ini diharapkan dapat menguji kelayakan dan efektivitas aplikasi dalam memantau dan mencegah sarcopenia.
Uji coba ini merupakan langkah awal menuju implementasi luas SarcopeniaGuard di berbagai fasilitas kesehatan,” ujar Nursaka Putra, S.Kom., M.Kom, anggota tim peneliti. “Kami berharap SarcopeniaGuard dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi masalah sarcopenia pada lansia di Indonesia”.
Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah adalah lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen untuk mencetak tenaga kesehatan profesional dan inovatif. Tim peneliti mengungkapkan bahwa SarcopeniaGuard merupakan salah satu bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan teknologi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Aplikasi ini diharapkan dapat membantu perawat dalam memantau kondisi lansia secara real-time, sehingga dapat mencegah sarcopenia dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Kedepannya, tim peneliti akan terus mengembangkan SarcopeniaGuard dan melakukan uji coba lebih lanjut untuk memastikan aplikasi ini dapat diimplementasikan secara luas di berbagai fasilitas kesehatan.
Tim peneliti berharap SarcopeniaGuard dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi masalah sarcopenia pada lansia di Indonesia. Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan. (rls/tar).
Pekanbaru Pos Riau