Jumat , 19 Juni 2026

Juru Parkir Ritel Minta Walikota Pekanbaru Carikan Solusi Terbaik

PEKANBARU-Wacana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru soal penerapan parkir gratis di ritel waralaba usai Lebaran Idul Fitri 2025 ini, ternyata memiliki dampak ekonomi bagi para Juru Parkir (jukir).

Setelah bertahun-tahun mereka bekerja sebagai jukir di ritel, seperti di Indomaret dan Alfamart, kini mereka harus rela kehilangan pekerjaannya.

Salah seorang jukir di Pekanbaru, Andi menceritakan curahan hatinya. Bukan tidak patuh dengan pemerintah, tapi lebih kepada nasib ekonomi keluarganya. Sebab, dengan nantinya kehilangan pekerjaan sebagai jukir, tentu ia harus nganggur.

“Lalu, bagaimana saya menghidupi anak istri saya. Siapa yang akan bertanggung jawab. Mulai untuk makan sehari-hari, termasuk juga biaya sekolah,” sebut Andi, salah seorang jukir di ritel Indomaret, Jalan Cempaka, Senin (17/3/2025).

Andi yang harus menghidupi tiga anak dan seorang istri itu meminta kebijaksanaan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho untuk memikirkan nasib rakyat kecil seperti dirinya. Jangan justru membuat kebijakan, yang meluluhlantakkan ekonomi masyarakat miskin.

“Harusnya dicarikan solusi terbaik. Bagaimana ekonomi masyarakat kecil bisa berputar. Mau kerja apa lagi kami,” pintanya.

Hal yang sama juga disampaikan jukir ritel Alfamart di Jalan Jenderal, Anto. Sejak informasi parkir gratis di ritel, dia bersama jukir ritel lainnya risau. Sebab, tidak tahu akan ke mana lagi bekerja setelah nanti diterapkan parkir gratis.

“Kami nggak tahu mau bilang apa. Kami rakyat kecil, yang pasti, kami ingin anak-anak kami makan dan bisa sekolah,” kata Anto.

Diketahui, jumlah ritel Indomaret dan Alfamart di Kota Pekanbaru hampir seribuan ritel. Ini belum termasuk swalayan, supermarket dan lainnya. Bisa dibayangkan berapa jumlah jukir yang akan nganggur, bila tidak ada solusi dari Pemko, setelah parkir gratis diterapkan.

Merespon curhat jukir ritel ini, Anggota DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri mengatakan, kebijakan yang akan dilahirkan pemerintah, biasanya ada resiko atau dampaknya. Ia meminta agar Pemko Pekanbaru, bisa mencarikan solusi atas persoalan yang bakal menimpa jukir ritel tersebut.

“Apakah mereka ini nanti diberikan pelatihan atau diklat, untuk ketrampilan mereka ke depannya. Memang harus ada solusinya, sebelum diterapkan. Kasihan jukir ini juga punya keluarga dan perlu bekerja,” ungkap Syamsul.(yan).

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *