Jumat , 1 Mei 2026
Foto Ppco : Bripka Lestari Candra bersama mantan Penghulu Sungai Nyamuk Daryamin saat menjalankan tugas.

Kami Kehilangan Pak Gepeng, Sosok Ramah dan Pandai Bergaul

Hukum Setimpal Pelaku, Tutup See You

BAGANSIAPIAPI (pekanbarupos.co) – Tersentak, tak dapat dipercaya. Sosok polisi yang ramah dan pandai bergaul itu sudah tiada.

Kebersamaan yang selama ini terjalin, pupus sirna sudah. Masyarakat Sungai Nyamuk, Kecamatan Sinaboi kehilangan sosok Gepeng.

Darah kental membekas di sudut luka di dadanya. Kaos oblong yang dikenakan malam itu basah, memerah, berdarah.

Malam Sabtu (29/3/25) sekira pukul 21.00 WIB, Gepeng menghembuskan nafas terakhirnya. Tiada lagi Bhabinkamtibmas periang itu. Tubuh kecilnya terkulai tak berdaya. Terbujur membisu tak bersuara.

Bripka Lestari Candra bertugas selaku Bhabinkamtibmas Sungai Nyamuk. Daryamin mengaku kehilangan sosok teman, rekan dan mitra kerjanya itu.

Kepergian pria yang akrab disapa Gepeng ini, memberikan duka mendalam bagi masyarakat.

Mantan Datuk Penghulu Sungai Nyamuk yang baik dipanggil Kanang ini mengaku dimana keseharian Bripka Lestari Candra dikenal orang yang bagus, ramah dan pandai bergaul di masyarakat baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua.

“Kami sangat kehilangan sosok pak Gepeng. Beliau hampir lima tahun bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kepenghuluan Sungai nyamuk, saat saya penghulu dia sudah 3 tahun jadi Bhabinkamtibmas Sungai Nyamuk. Jujur keseharian beliau orang baik di masyarakat, ramah dan pandai bergaul,” sebut Kanang.

Diakui Daryamin, bahwa Gepeng orang yang selalu hadir saat dibutuhkan, kapanpun itu baik siang maupun malam selagi sehat Bripka Lestari langsung turun dan hadir bersama masyarakat.

“Hal ini kami alami betul dia orangnya aktif, kalau masyarakat gotong royong kita hubungi dia dimanapun pasti datang,” kata Daryamin.

Saban hari, saat masih menjabat sebagai penghulu Daryamin kerap meminta bantuan Bripka Lestari Candra untuk membawakan doa. Bahkan acap kali mengumandangkan azan di masjid.

“Suaranya merdu, baik azan maupun membaca doa. Alhamdulillah waktu saya penghulu di Masjid Mujahidin beliau pernah azan dan saat kegiatan kantor dia sering baca doa kegiatan kami, suara beliau merdu,” ungkapnya.

Kanang tak menyangka apa yang telah menimpa terhadap Gepeng. Mendengar kabar musibah itu, pihaknya bersama masyarakat langsung bergegas menuju RSUD DR Pratomo. Berharap masih ada keajaiban, Kanang sepanjang jalan berdoa.

“Kami sangat kehilangan tak pernah menyangka hal buruk terjadi pada beliau. Kami dapat kabar dari Masjid Mujahidin langsung berangkat ke RS Pratomo melihat kondisi beliau. Kami berharap pelaku bisa di hukum atau di tuntut dengan hukuman yang setimpal,” sebutnya.

“Ini soal nyawa. Pelaku juga harus mati. Kami sangat kehilangan sosok Lestari Candra alias Gepeng,” imbuhnya.

Tidak hanya itu Daryamin juga berharap agar tempat hiburan atau See You dimana menjadi saksi bisu kejadian naas itu bisa di tutup. (ald)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *