KUBA (Pekanbarupos.co) – Pasang keling yang terjadi dalam beberapa hari terkahir membuat rumah warga dan bangunan sekolah di Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam, Panipahan Rokan Hilir, Provinsi Riau direndam air banjir.
Sedikitnya, ada sekitar 20 Rukun Tetangga (RT) dan 6 wilayah Dusun di Kepenghuluan Teluk Nilap terdampak banjir, sementara warga yang terdampak banjir mencapai 1600 Kepala Keluarga (KK), air banjir juga sudah masuk kedalam rumah warga.
Selian rumah warga, banjir juga berdampak terhadap dunia pendidikan, hal ini membuat SDN 002 Teluk Nilap harus meliburkan seluruh siswa mereka mulai dari kelas I-VI. Kebijakan meliburkan siswa ini dilakukan pihak sekolah sejak, Sabtu (13/4/2025) lalu. Selain sekolah SD 002, SMPN 2 Kubu Babussalam turut meliburkan siswa.
Kebijakan meliburkan siswa sebagai langkah mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan karena air sudah masuk ke dalam lokal mencapai 30 Centi meter (Cm) hingga 50 Cm.
Kepala SDN 002 Teluk Nilap, Nurlizawati SPd.MM saat di konfirmasi Wartawan, Minggu (14/4/2025) mengaku, hampir setiap hari ketinggian debit air di lingkungan sekolah terus bertambah.
“Air terus dalam setiap hari, air sudah masuk kedalam lokal, kalau kedalam air di dalam lokal bervariasi, kerena lantai lokal ada yang tinggi dan ada pula yang rendah, kalau untuk lokal kelas 1 kedalaman air mencapai 50 Cm atau selutut orang dewasa,” ujarnya.
Diterangkan Kasek, banjir ini akibat pasang keling kiriman air dari hutan dan laut, ditambah dalam beberapa hari ini kondisi cuaca terus hujan.
“Pasang Keling, ada tiga kiriman air, dari laut dari hutan dan hujan terus lebat,” jelasnya.
Menurut Kasek, pihaknya tidak bisa memastikan sampai kapan siswa diliburkan, tergantung melihat kondisi banjir, jika air sudah menyurut maka proses belajar akan kembali berjalan.
“Kalau sampai kapan siswa diliburkan kita tidak bisa memastikan, apalagi sekarang kami melihat debit air terus tinggi, menunggu banjir surut dulu,” pungkasnya. (Zul)
Pekanbaru Pos Riau