Minggu , 21 Juni 2026

Bank Indonesia Ajak Jurnalis dan Content Kreator Tingkatkan Pemahaman Ekonomi dan Keuangan Syariah

BANDAR LAMPUNG (pekanbarupos.co)- Bank Indonesia kembali menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025 sebagai bagian dari komitmen memperkuat ekosistem ekonomi syariah regional. Berpusat di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, FESyar Sumatera 2025 berlangsung 21-25 Juni mengusung.

Tahun ini, Bank Indonesia mengusung tema ‘Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional’ dengan fokus pada tiga pilar utama, yakni Ekosistem Produk Halal, Pilar Keuangan Syariah dan Literasi, Inklusi serta Halal Lifestyle.

Rangkaian kegiatan disusun secara tematik sesuai pilar, meliputi zona khas kuliner, halal, aman, sehat, pariwisata ramah muslim, gerakan sadar wakaf, pelatihan Training of Trainer (ToT) Ekonomi Syariah bagi jurnalis dan content creator se-Sumatera serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.

Kegiatan Training of Trainer (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah Content Creator dan Jurnalis Wilayah Sumatera, Jumat (20/6/2025) di Ruang Pasawaran Swiss-belHotel Lampung itu mengawali rangkaian FESyar Sumatera 2025.

Giat ini turut dihadiri Direktur Industri Produk Halal Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Lampung, Prof Dr Ruslan Abdul Ghofur Noor SAg MSi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Achmad P Subarkah dan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Pusat, Irfan Farulian.

Direktur Industri Produk Halal KDEKS Provinsi Lampung, Prof Dr Ruslan Abdul Ghofur Noor SAg MSi mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi penyebaran pemahaman terkait ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat oleh jurnalis dan penggiat medsos (content creator, red).

“Banyak masyarakat kita yang pemahamannya terkait ekonomi syariah begitu kaku. Mereka menganggap ekonomi syariah menakutkan dan sama saja dengan ekonomi konvensional. Padahal, pada dasarnya tidak demikian. Ini yang harus kita luruskan dan berikan pemahaman melalui peran jurnalis dan content creator,” kata Ruslan.

Ia menjabarkan, yang dimaksud dengan syariah merupakan bagian dari kehidupan bagi seorang muslim. Dimana seorang muslim dituntut menjadi Rahmatan Lil Alamin bagi seluruh alam. Lewat penyebaran pemahaman yang baik dan benar oleh jurnalis dan content creator, diharapkan nantinya pemahaman masyarakat akan ekonomi syariah berubah ke arah lebih baik.

“Prinsip syariah menjadi bagian dasar yang penting untuk kita lakukan. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa memperkuat kemandirian ekonomi daerah berbasis prinsip syariah,” sebut Ruslan.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Achmad P Subarkah berharap melalui ToT ini, jurnalis dan content creator wilayah Sumatera bisa secara bersama-sama untuk menjalin networking dan berpartisipasi aktif. Paling tidak, saat kembali ke daerah masing-masing bisa menularkan pemahaman ekonomi syariah ke rekan sejawat dan masyarakat tentunya.

“Melalui ToT ini, ada empat sasaran utama yang ingin kita capai bersama. Pertama, dapat memahami secara mendalam prinsip-prinsip ekonomi syariah dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Achmad.

Yang kedua, lanjut Achmad, bisa mengembangkan kemampuan dalam menciptakan konten yang edukatif, menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Ketiga pembangunan jaringan komunikasi yang efektif, untuk menyebarluaskan informasi ekonomi syariah.

“Terakhir, menjadi agen perubahan yang mampu mendorong transformasi ekonomi masyarakat menuju sistem yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan,” tutur Achmad.(yan)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *