Kamis , 30 April 2026

Gelar Apel Kesiapan Penanganan Karhutla, Kapolres Tegaskan Komitmen Lindungi Lingkungan

KUANSING (Pekanbarupos.co)— Dalam upaya menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau tahun ini, Polres Kuantan Singingi menggelar Apel Kesiapan Penanganan Karhutla yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Kuansing, Selasa (22/7).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, Satpol PP, BPBD, Damkar, Dinas Perhubungan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Apel dipimpin langsung Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat bersama Pj Sekretaris Daerah Kuansing dr. Fahdiansyah, Sp.OG,.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kuansing, para pejabat utama Polres, Camat se-Kabupaten Kuansing, serta tokoh-tokoh penting dari berbagai instansi pemerintahan.

Pj Sekda Kuansing dr Fahdiansyah mengatakan apel kesiapan ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menanggulangi potensi Karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Upaya mitigasi, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan oleh satu institusi, melainkan memerlukan kerja sama yang solid dari seluruh elemen, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat.

Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat menegaskan bahwa Polres Kuansing bersama seluruh jajaran Polsek telah secara aktif melakukan berbagai upaya pencegahan.

“Seperti patroli rutin, penyebaran maklumat larangan membakar lahan, pemasangan spanduk, serta penyuluhan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun 2025, telah terjadi kebakaran hutan dan lahan seluas 23,85 hektare di wilayah Kuansing.

Menanggapi hal ini, Polres Kuansing mengambil langkah tegas dengan menindak para pelaku pembakaran. Tercatat, tiga laporan polisi telah dibuat dan sebelas orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Karhutla sepanjang tahun ini.

Dalam sambutannya, Pj Sekda juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam memantau titik panas (hotspot) di wilayah rawan Karhutla. Penggunaan aplikasi pemantauan seperti Dashboard Lancang Kuning, serta data dari BMKG dan satelit LAPAN menjadi kunci penting dalam mendeteksi dini potensi kebakaran.

“Selain itu, edukasi kepada masyarakat, patroli bersama, dan penegakan hukum harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta apel serta Satgas Karhutla atas dedikasi dan semangatnya. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap alam.

“Ingat, lebih baik mencegah daripada memadamkan. Mari kita jaga bumi kita bersama,” ujar Kapolres.(cil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *