PEKANBARU (pekanbarupos.co)– Wakil Ketua DPW Ittihadul Mughallibin (IM) Provinsi Riau, Ustad Idris SKM saat ini diamanahkan menjadi Plt Ketua IM Kota Pekanbaru Periode 2024-2029 menggantikan ketua sebelumnya, Ustad Muhammad Abdy.
Hal tersebut dibenarkan Sekretaris IM Kota Pekanbaru, Ustad Sarwan kepada awak media, namun saat ditanya apa yang menyebabkan adanya pergantian ditengah kepengurusan IM Kota Pekanbaru yang baru saja dilantik akhir tahun lalu itu, Ustad Sarwan enggan memberikan penjelasan dan mengarahkan bertanya langsung kepada pengurus provinsi.
‘’Itu bukan rana saya memberikan jawaban, Pak, sebaiknya langsung saja tanya kepada pengurus provinsi atau Pak Idris SKM,’’ jelas pria yang dikenal sebagai aktivis UIN Suska Riau pada masanyanya itu.
Sebagaimana diketahui banyak diantara ustad dan anggota IM Kota Pekanbaru yang bertanya-tanya tentang keberadaan lembaga dakwah ini hampir setengah tahun tanpa program kerja alias vakum setelah dilantik, akhir tahun 2024 tersebut di Aula MUI Kota Pekanbaru itu.
‘’Kita pun jadi bingung kepada siapa mau bertanya, katanya grup WA IM itu akan berubah nama, ada lagi yang bilang ketua dan pengurus sudah diganti. Maka kita perlu penjelsan ini,’’ ujar seorang mubbalik IM, Ustad Sairul Pulungan bertanya-tanya.
Idris SKM sendiri saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan Rakernis DPW IM Provindi Riau mengakui bahwa dirinya melakikan rapat rekonsialiasi internal dengan pengurus lainnya terkait rencana Musdalub.
”Ya, saya diamanahkan untuk membenahi DPD Kota Pekanbaru utk tiga bulan ke depan bagaimana kepengurusan ini menjadi contoh sebagai yang berada di ibukota provinsi,” harap Idris di kantor MUI Riau, Sabtu (9/8/2025).
Terkait kapan waktu Musdalub, pihaknya masih terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait dan katanya tergantung kesepakatan bersama.
Ketua DPW IM Provinsi Riau Ustad Ayub Nahar saat dikonfirmasi terkait pergantian yang terkesan mendadak ini mengatakan bahwa ada miskomunikasi yang terjadi, sehingga disepakati adanya pergantian ketua DPD.
”Kita ini lembaga dakwah resmi yang ada AD ART nya termasuk etika, mulai dari DPP, DPW hingga DPD, terkait masalah ketua DPD Pekanbaru ini, kita sudah lakukan pembinaan namun tak ditemukan komunikasi yang searah,” sebut Ayub.
Maka berdasarkan itu, diakui Ayub tidak AD ART yang dilanggar ketua kota, hanya miskomunimasi yang tak kunjung ditemukan jalan terbaik, maka berdasarkan rapat DPW dilakukan pergantian.(btr)
Pekanbaru Pos Riau