Selasa , 16 Desember 2025

BBM Solar Langka, Kadis Perikanan: Wewenang Kami Hanya Mengeluarkan Rekomendasi BBM Nelayan

BAGANSIAPIAPI (pekanbarupos.co) – Nelayan di Kabupaten Rokan Hilir khususnya Kecamatan Bangko mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan bahan bakar minyak solar bersubsidi untuk melakukan aktivitas di laut. Hal itu disebabkan salah satu SPBU milik BUMD Rokan Hilir tidak lagi menjual BBM Solar bersubsidi.

Sejumlah masyarakat dan nelayan sempat mengeluhkan hal itu kepada Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir sebab mereka menilai terkendala BBM Solar berada dalam kewenangan Dinas Perikanan.

“Kalau kita amati secara seksama, sulitnya nelayan untuk mendapatkan BBM solar bersubsidi korelasinya bukan ke kami namun seyogyanya ke penyedia BBM yakni SPBU, salah satunya SPBU milik BUMD, kami Dinas Perikanan hanya berwenang mengeluarkan surat rekomendasi kepada nelayan untuk pembelian BBM solar bersubsidi di SPBU tersebut,” kata Kepala Dinas Perikanan Rohil M. Amin saat di konfirmasi, Jumat (12/9/2025).

Sejauh ini sebut amin, Dinas Perikanan Rokan Hilir selalu membuka diri bagi nelayan yang ingin mengurus surat rekomendasi untuk mendapatkan BBM solar bersubsidi. Namun ketika BBM solar langka itu bukan menjadi tanggungjawab Dinas Perikanan.

“Sejauh ini Dinas Perikanan telah menerbitkan surat rekomendasi yang dibutuhkan oleh para nelayan untuk membeli BBM solar, alhamdulilah tidak ada halangan, kantor kami selalu terbuka untuk melayani urus rekom nelayan namun ketika ditanya mengapa BBM solar langka, tentu ini bukan kewenangan kami,” sebutnya.

Kendati demikian Dinas Perikanan tetap berupaya sedemikian rupa bagaimana keluhan nelayan tersebut dapat terjawab. Hal itu dinyatakan dengan mengunjungi Safritel Pertamina Patra Niaga di Pekanbaru. Dalam kesempatan itu telah ditemukan bahwa tidak ada pemblokiran yang dilakukan oleh Pertamina terhadap SPBU milik BUMD Rohil tersebut untuk memperoleh pasokan BBM.

“Menjawab kondisi ini kami Dinas Perikanan juga melakukan upaya dan langkah dengan cara menyiapkan surat dari bupati dan kami bawa ke Pertamina namanya safritel Pertamina Patra niaga di Pekanbaru. kami kesana konsultasi, menurut penjelasan Pertamina bahwa SPBU milik BUMD Rohil itu ternyata tidak pernah di blokir untuk mendapatkan pasokan minyak, artinya kapanpun SPBU minta pasokan minyak otomatis pasti dilayani,” jelas Amin.

Langkah konkrit dan kebijakan strategis sangat diharapkan oleh masyarakat kepada jajaran BUMD yang mengelola SPBU tersebut, sebab sulitnya nelayan untuk mendapatkan BBM solar bersubsidi sangat berpengaruh terhadap perekonomian mereka. Jika hal ini tidak cepat ditanggapi maka akan menimbulkan dampak yang lebih luas lagi. (Adi)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *