Rabu , 14 Januari 2026

Hasil Labor Kemenkes RI, Dua Santri di Kepulauan Meranti Negatif Cacar Monyet

MERANTI (Pekanbarupos.co) – Dugaan kasus cacar monyet atau monkeypox (mpox) yang sempat menimbulkan kekhawatiran di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, akhirnya terjawab. Kementerian Kesehatan RI memastikan dua santri yang dicurigai terpapar mpox dinyatakan negatif.

Kabar tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, bersama Direktur RSUD Meranti, Muhammad Sardi, serta Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian, Muhlisin, Rabu (24/9/2025).

“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan labor Kemenkes RI memastikan bahwa kedua pasien tersebut negatif cacar monyet,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, penyakit yang diderita kedua pasien hanyalah cacar air. Salah satu pasien, BS (13), meninggal dunia pada 20 September lalu, diduga karena memiliki penyakit penyerta lain serta kondisi imun yang sudah lemah saat tiba di rumah sakit.

“Ketika dirujuk, kondisinya memang sudah sangat lemah,” tambahnya.

Sementara itu, Zu (17), santri lainnya yang juga sempat dirawat di rumah sakit, kini sudah dipulangkan karena kondisinya berangsur membaik.

Adapun kronologinya, BS mulai mengalami demam sejak 12 September saat berada di pondok pesantren. Gejala tersebut disertai bintik merah yang berkembang menjadi lesi dan semakin menyebar. Pada 17 September, ia dirujuk ke RSUD Kepulauan Meranti, namun tiga hari kemudian meninggal dunia.

Dari hasil penelusuran, hanya BS dan Zu yang diambil sampelnya untuk pemeriksaan laboratorium. Sementara santri lain yang memiliki riwayat kontak hanya menjalani isolasi sebagai langkah pencegahan.

Menanggapi hasil pemeriksaan tersebut, Ade mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengimbau warga untuk tidak panik, tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala serupa,” tegasnya. (Dam)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *