BANTAN (pekanbarupos.co) – Musibah tragis menyelimuti Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, setelah dua orang warganya, Khairul (30) dan Ridho (15), meninggal dunia akibat tersambar petir saat mencari kepah di Pantai Parit Panjang pada Rabu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa nahas ini sontak mengejutkan masyarakat setempat dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta seluruh masyarakat desa teluk lancar.
Kedua korban, yang merupakan warga RT 03 RW 03 Dusun 3 Desa Teluk Lancar, diketahui tengah beraktivitas mencari kepah, salah satu mata pencarian tradisional yang umum di pesisir Bengkalis.
Mereka berangkat pagi hari dengan harapan mendapatkan hasil tangkapan yang baik, namun takdir berkata lain. Saat kejadian, kondisi cuaca di sekitar Pantai Parit Panjang dilaporkan cukup ekstrem, dengan hujan gerimis disertai angin kencang dan sambaran petir yang silih berganti.
Tanpa disangka, sebuah sambaran petir yang dahsyat menghantam keduanya secara tiba-tiba, merenggut nyawa mereka di tempat kejadian, warga lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian menjadi saksi bisu atas tragedi memilukan ini. Kesaksian mereka menjadi kunci, mengingat kondisi air laut yang saat itu mulai pasang.
“Jika tidak ada yang melihat, dikhawatirkan jenazah kedua korban akan hanyut terbawa arus laut, menambah pilu musibah yang terjadi,” ujar salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya. Kejadian ini menjadi pengingat betapa berbahayanya aktivitas di laut saat cuaca buruk dan pentingnya kewaspadaan ekstra.
Menyikapi musibah ini, Kepala Desa Teluk Lancar, Ismail, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat desa Teluk Lancar. “Kami atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Teluk Lancar turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya warga kami, Khairul dan Ridho. Ini adalah musibah yang sangat berat bagi kita semua, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Ismail dengan nada prihatin dan suara bergetar.
Ismail menambahkan, kehilangan dua warga dalam waktu bersamaan, apalagi dengan cara yang tak terduga seperti ini, sungguh menyisakan kesedihan yang mendalam. Khairul adalah tulang punggung keluarga, dan Ridho adalah generasi muda yang masih memiliki masa depan panjang. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Ismail juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan dan pencari hasil laut, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melaut atau beraktivitas di pantai saat kondisi cuaca tidak menentu.
“Keselamatan adalah yang utama. Mari kita selalu memantau informasi cuaca dari pihak berwenang seperti BMKG dan tidak mengambil risiko yang dapat membahayakan nyawa. Jangan sampai ada lagi kejadian serupa yang merenggut nyawa warga kita,” tegas Ismail, menekankan pentingnya keselamatan.
Setelah kejadian, warga sekitar dengan sigap melakukan evakuasi terhadap jenazah kedua korban. Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah cuaca yang masih kurang bersahabat. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan akan dimakamkan sesuai dengan adat dan syariat Islam. Suasana duka mendalam menyelimuti Dusun 3 Desa Teluk Lancar, dengan tetangga dan kerabat berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi seluruh masyarakat Bengkalis akan bahaya alam yang tak terduga, sekaligus menyoroti pentingnya kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan solidaritas komunitas dalam menghadapi musibah. Semoga Khairul dan Ridho mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.(Mil)
Pekanbaru Pos Riau