Rabu , 11 Februari 2026

Kades Ketam Putih Dikecam Akibat Pernyataan Kontroversial di Media Sosial

BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Sebuah video yang diunggah di Facebook Ahmad Afk dan Akun Tik Tok @nur.hayati1746 viral, Kepala Desa Ketam Putih, Suhaimi, telah memicu gelombang kecaman dari masyarakat dan netizen.

Dalam video tersebut, Suhaimi terdengar melontarkan pernyataan yang dianggap merendahkan seorang warga, yang kemudian memicu reaksi negatif yang meluas di media sosial.

Video yang tersebar itu dengan cepat menjadi viral, tercatat 16 ribu likes, 3,6 ribu komentar, dan dibagikan oleh 3,1 ribu pengguna. Sebagian besar komentar netizen berkomentar kekecewaan dan kritik terhadap perilaku kepala desa.

Salah seorang netizen dengan akun Rosyd menulis, “Otak tak sampai jadi pejabat publik tapi memaksakan diri, ya gini jadinya Tolol.” Komentar serupa juga datang dari Retno Asira, yang menyatakan, “Rata rata kades hanya mementingkan keluarganya, laporkan ke KPK jangan jangan ada yang nggak beres nie.” Sementara itu, Gito Upiel berkomentar lebih keras, “Kades goblok & dungu..viralin terus Bu…!”

Menanggapi viralnya video tersebut, Sabtu (4/10), Pekanbaru Pos mencoba menghubungi Kepala Desa Ketam Putih, Suhaimi, melalui telepon WhatsApp. Dalam penjelasannya, Suhaimi menyatakan bahwa permasalahan tersebut sebenarnya sudah diselesaikan melalui mediasi.

“Tak ada, kemaren sudah diselesaikan tu dah,” ujarnya, dengan nada suara gemetaran.

“Dia sibuk bising-bising ke kantor desa, jadi dia minta bantu untuk dia, saya bilang seperti ini, ibu tujulah RT dulu, saya tidak ada mengatakan suruh pindah ke desa lain atau ibu keluar dari desa ini, cuma saya menjelaskan di potong pembicaraan saya, jadi dahlah saya tinggalkan saat itu,” terangnya lagi.

Suhaimi menambahkan bahwa mediasi telah dilakukan dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, dan semua pihak telah sepakat untuk berdamai. Ia juga mengaku telah meminta agar video tersebut dihapus. “Video yang kemarin itu saya minta hapus tapi sekarang dibuat pulak di tik tok lagi,” keluhnya.

“Kemaren saya sudah printah kan Kepala Dusun sama RW untuk menghapuskan video tersebut, kita kan sudah damai, jadi entah gimana mungkin dia, namun dia berbuat terus aja, jadi saya bingung jadinya, jadi saya minta sama yang bersangkutan tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan,” imbuh Kades.

Kasus ini menyoroti pentingnya etika dan perilaku pejabat publik, terutama dalam berinteraksi dengan masyarakat dan menggunakan media sosial. Reaksi keras dari netizen menunjukkan bahwa masyarakat semakin kritis dan tidak akan mentolerir tindakan yang dianggap tidak pantas dari para pemimpin mereka.(Mil)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *