PEKANBARU (pekanbarupos.co)- Masyarakat Kota Pekanbaru dihebohkan video petugas sedang menangani mayat putus kepala di sebuah rumah sakit beredar luas di grup WhatsAPP.
Video berdurasi 0,37 detik tersebut beredar vulgar tanpa sensor sampai menimbulkan gangguan psikologis pada masyarakat.
Informasi yang beredar, kejadian tersebut terjadi di Riau atau beberapa daerah di Riau. Seperti, Pekanbaru, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.
Informasi yang beredar diduga korban merupakan korban perampokan yang sedang ditangani petugas Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau.
Menanggapi hal itu, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) membantah adanya menangani pasien atau korban perampokan atau begal yang disampaikan tersebut.
Informasi yang dirangkum Pekanbarupos.co, pihak Biddokkes Polda Riau mengaku tidak ada menangani atau menerima pasien korban putus kepala yang beredar luas di media sosial.
Kasub Biddokkes Polda Riau AKBP Supriyanto mengaku tidak ada menangani pasien termasuk menerima informasi kejadian.
“Saya bisa pastikan, jika itu bukan bukan di RS Bhayangkara Pekanbaru. Karena sesuai video yang saya lihat selama di Riau tidak pernah menangani atau tau tentang kasus atau kejadian itu,” katanya, Senin (6/9/2025) di Pekanbaru.
Sesuai video yang dilihat, ia juga tidak membenarkan kejadian akibat perampokan atau korban begal. Hal itu sesuai kondisi luka pada korban yang ditayangkan dalam video yang secara sekilas tidak terlihat akibat benda tajam.
Namun, cenderung seperti korban Lakalantas atau Laka Kerja, karena menurut analisa secara pribadi pola terlepasnya kepala seperti ada tekanan yang cukup besar yang menarik kedua anggota tubuh tersebut berlawanan arah.
“Selain itu tepi luka juga cenderung tidak beraturan dan lebih cocok akibat kekerasan tumpul bukan tajam. Atau bisa juga akibat gigitan binatang, seperti harimau. Karena Harimau lazimnya akan mematahkan tulang leher korbannya dan memakan jaringan sekitar daerah leher,” jelasnya.
Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat, khususnya masyarakat Pekanbaru atau daerah lain di Riau, agar tidak begitu cemas dan resah. Karena, hingga saat ini ia juga tidak ada dan belum menerima informasi atas kejadian tersebut.
Terkait kebenaran video, bisa saja benar adanya, tapi mungkin di daerah lain di luar Riau yang kejadiannya juga belum diketahui.
“Yang pasti, saya meyakini masyarakat sudah pintar untuk dunia medsos dan paham mencari hingga menerima informasi yang benar. Tambah lagi saat ini kecanggihan teknologi bisa segera mendapatkan informasi yang benar,” tutupnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau