Jumat , 16 Januari 2026
Foto Ppco : Perwakilan masyarakat melakukan unjuk rasa di salah satu lokasi milik PT PHR.

Tuntutan Perbaikan Jalan Tak Diindahkan PT PHR, Warga Sintong Kembali Lakukan Unjuk Rasa

SINTONG (pekanbarupos.co) – Ratusan perwakilan masyarakat Kepenghuluan Sintong Induk, Sintong Pusaka dan Kepenghuluan Sintong Bakti, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ) kembali melakukan unjuk rasa, Kamis (9/10/2025).

Unjuk rasa dilakukan oleh ratusan perwakilan warga yaitu tidak membenarkan kendaraan PT. PHR dan Subkontrak nya melintas atau beroperasi di daerah mereka.

Tidak hanya itu, para pengunjuk rasa juga tidak membenarkan Rig ataupun lokasi minyak di daerah mereka beroperasi sebelum permintaan mereka di indah kan oleh pihak PT. PHR.

Unjuk rasa dilakukan dengan di saksikan pihak Polres Rohil, Koramil 02, team Satpam dari PT. Global Arrow, Polsek Tanah Putih, dan perwakilan PT. Pertamina Hulu Rokan ( PHR ) itu yakni menuntut PT. PHR beserta Subkontrak nya untuk melakukan perbaikan sekaligus pengaspalan di daerah mereka. Diantaranya dari Jembatan Sintong sampai ke Simpang Pemburu dan perbaikan jalan dari Tugu Ikan Sopek sampai ke Simpang Mutiara.

Perlu di ketahui, bahwa sebelumnya masyarakat juga membuat aksi dengan menaman Pohon Pisang di jalan yang rusak parah. Tepatnya dari seberang Jembatan Sintong menuju Simpang Pemburu.

“Parah nya lagi udah beberapa kali masyarakat melakukan pertemuan di kantor desa hingga ke kantor kecamatan dengan mengajukan perbaikan jalan itu, namun tidak di perbaiki juga. Maka dari itu kami buat aksi unjuk rasa ini,” kata Eka Buyong, salah satu peserta aksi unjuk rasa.

Eka Buyong tidak menampik bahwa jalan tersebut adalah milik PT. PHR yang sebelumnya milik PT. CPI, akan tetapi jalan tersebut juga di lintasi lapisan masyarakat. Diantaranya anak – anak sekolah, petani sawit dan juga di lintasi pihak PT. PHR beserta subkontrak nya dan lain sebagainya.

“Nah kalau jalan itu tidak bisa di lintasi masyarakat, maka tutup saja jalan ini, biar tau pula kami untuk tidak membenarkan kendaraan milik perusahaan melintas di kampung kami,” ujarnya.

Senada diungkapkan Fauzi Siregar yang juga sebagai peserta aksi unjuk rasa, bahwa tidak hanya terkait jalan, terkait tenaga kerja untuk masyarakat Sintong sekitarnya juga perlu di perhatikan pihak PT. PHR beserta Subkontrak nya.

“Jangan banyak pula lagi orang dari luar dibawa bekerja di tempat kami, kalau terkait skill kerja, orang kami juga banyak yang punya skill,” cetusnya.

Apalagi lanjutnya, daerah Sintong sekitarnya paling banyak lokasi minyak milik PT. PHR. “Jadi tidak ada salahnya kami minta perbaikan jalan dan tenaga kerja lebih dari daerah lain,” imbuhnya.

Ditegaskannya, bahwa perbaikan jalan itu hendaknya dilakukan dari Jembatan Sintong menuju Simpang Pemburu dan bukan malah sebaliknya.

“Apalagi ini udah masuk musim penghujan, jadi kami harapkan segera lakukan perbaikan, tujuannya agar tidak ada korban jiwa saat masyarakat nanti melintas di jalan ini,” harapnya.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada pihak PT. PHR datang menjumpai pihak pengunjuk rasa yang melakukan kasi dari pukul 09.00 Wib sampai pukul 14.00 Wib. Bahkan belum ada tanggapan resmi dari pihak PHR terkait unjuk rasa dilakukan oleh lapisan masyarakat.

Terkait hal ini Eka Buyong dan Fauzi Siregar mengatakan, bahwa aksi ini akan terus dilakukan sampai permintaan mereka di indahkan. “Kami tidak mau lagi di mediasi. Sebab udah berapa kali mediasi tidak ada juga hasil nya,” pungkas Eka Buyong dan Fauzi. (Fen)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *