Selasa , 16 Desember 2025
Foto Ppco: Inspektur Daerah H Sarman Syahroni ST MIP berdialog dengan para nelayan yang tampak bahagia setelah tiba di tanah air, Jumat (14/11) malam di Pelabuhan Hasan sekira pukul 21:30 WIB.

Dibebaskan Malaysia, 10 Nelayan Rohil Pulang dengan Selamat: Tangis Haru Sambut Kepulangan di Pelabuhan Hasan

BAGANSIAPIAPI (pekanbarupos.co) — Suasana haru menyambut kedatangan 10 nelayan asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang akhirnya kembali ke Tanah Air pada Jumat (14/11/2025) malam. Mereka tiba di Pelabuhan Hasan sekitar pukul 21.30 WIB setelah dibebaskan otoritas maritim Malaysia usai melalui proses koordinasi lintas negara.

Inspektur Daerah Rohil, H Sarman Syahroni ST MIP, yang hadir mewakili Bupati Rohil, langsung menyambut para nelayan setibanya mereka di dermaga.

“Alhamdulillah, seluruh nelayan kita kembali dalam keadaan sehat. Perwakilan mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan Konsulat Malaysia di Pekanbaru atas bantuan selama proses pemulangan,” ujar Sarman.

Sebelumnya, seperti diberitakan GoRiau.com, dua kapal nelayan dari Bagan Punak dan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, diamankan Police Marine Malaysia pada Kamis (5/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Penangkapan terjadi di perairan Selat Malaka, dekat Pulau Indah Port Klang, Selangor. Setelah menjalani pemeriksaan, para nelayan akhirnya dibebaskan pada Jumat (14/11/2025).

Kabar penangkapan tersebut langsung mendapat perhatian Bupati Rohil H Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles. Pemerintah daerah bergerak cepat memastikan keselamatan para nelayan serta mempercepat proses pemulangan.

Tidak berselang lama setelah menerima laporan, Bistamam mendatangi Konsulat Malaysia di Pekanbaru. Ia didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Riau serta pengurus HNSI Rohil untuk bertemu pejabat Konsulat Malaysia, Muhammad Hoesnie Shahirah, bersama perwakilan Kementerian Luar Negeri RI.

“Saya langsung menemui Head of Mission di Konsulat Malaysia. Alhamdulillah respons mereka baik dan hasilnya para nelayan kita dibebaskan dan bisa segera kembali. Ini tentu kabar yang sangat melegakan bagi keluarga mereka,” ujar Bistamam.

Adapun dua kapal yang dibebaskan adalah KM Uong dengan lima ABK: Samsudin (tekong), Edi, Iram, Robi, dan Risi. Satu kapal lainnya, KM Willy Sukses 4 bernomor dinding 877/PF, berisi lima ABK: Melis (tekong), Hamdan, Aji, Jefri, dan Idur Kosim.

Penangkapan berawal saat kedua kapal tengah beroperasi di wilayah Selat Malaka. Angin kencang dan gelombang tinggi disebut mendorong kapal hingga melewati batas dan memasuki perairan Klang, Selangor, Malaysia. Kondisi tersebut membuat mereka diamankan otoritas maritim setempat. Keluarga para nelayan lalu melapor kepada pemerintah daerah dan organisasi nelayan agar segera dilakukan upaya bantuan.

Kini, setelah melewati perjalanan panjang, seluruh nelayan telah kembali ke kampung halaman dan dapat berkumpul lagi dengan keluarga mereka. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memberikan pendampingan serta mengingatkan agar para nelayan selalu memperhatikan batas wilayah perairan internasional guna menghindari insiden serupa di kemudian hari.(iin)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *