Sabtu , 13 Desember 2025

Pemerintah Bengkalis Gelar Bimtek Pendidikan Inklusi, Pastikan Tidak Ada Anak Tertinggal

Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Inklusi se-Kabupaten Bengkalis Tahun 2025. Kegiatan berlangsung mulai Minggu hingga Rabu, 26–29 Oktober 2025 di Hotel Surya Bengkalis, diikuti ratusan guru SD dan SMP dari seluruh Korwilcam Pendidikan.

Pembukaan Bimtek dilakukan oleh Sekretaris Disdik Bengkalis, Muthu Saily, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis, Hadi Prasetyo. Peserta yang hadir merupakan guru dari sekolah-sekolah yang telah memiliki siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Dalam penyampaiannya, Kepala Disdik Bengkalis, Hadi Prasetyo, menegaskan bahwa pendidikan inklusi merupakan tanggung jawab moral dan konstitusional pemerintah daerah dalam menyediakan layanan pendidikan yang adil dan setara bagi semua anak.

“Pendidikan inklusi bukan sekadar memenuhi target program, tetapi komitmen kita memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal. Guru sebagai ujung tombak harus dibekali kemampuan terbaik untuk memahami dan mendampingi ABK dengan empati dan kompetensi,” ujarnya.

Hadi menyampaikan bahwa Disdik Bengkalis terus memperkuat dukungan terhadap sekolah yang memiliki siswa ABK, termasuk peningkatan keahlian tenaga pendidik, penyediaan sarana prasarana, dan pendampingan teknis.

Sementara itu, Muthu Saily menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek ini sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi Layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas. Aturan tersebut menjadi landasan hukum dalam memastikan layanan pendidikan yang nondiskriminatif.

“Setiap anak tanpa memandang kondisi fisik, mental, atau emosional memiliki hak pendidikan yang setara. Pendidikan inklusi bukan hanya menempatkan ABK dalam kelas reguler, tetapi menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan mereka,” jelas Muthu.

Ia berharap peserta Bimtek menjadi penggerak pendidikan inklusi di sekolah masing-masing dengan menerapkan dan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menargetkan peningkatan kompetensi guru secara signifikan agar mereka lebih siap mendampingi ABK dan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah serta bebas diskriminasi.

Program ini juga menjadi bagian dari visi Bengkalis untuk menjadi daerah yang progresif dan peduli pada layanan pendidikan inklusi bermutu, dari tingkat dasar hingga menengah.

“Perjalanan menuju pendidikan inklusi yang ideal tidak mudah, tetapi dengan komitmen bersama pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat, kita bisa mewujudkannya. Tidak ada anak yang patut tertinggal,” tutup Hadi Prasetyo. FOTO DAN NARASI : JAMIL

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *