Jumat , 16 Januari 2026

Pemdes Kelemantan Barat Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba, KDRT dan Kenakalan Remaja

BENGKALIS (pekanbarupos.co) — Pemerintah Desa (Pemdes) Kelemantan Barat melalui Seksi Pelayanan menggelar sosialisasi bahaya narkoba, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), serta kenakalan remaja di Aula Desa Kelemantan Barat, Kecamatan Bengkalis. Kegiatan ini diikuti 56 peserta yang terdiri dari perangkat desa, ketua RT/RW, pengurus PKK, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Kepolisian, yakni Kapolsek Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi, SH, MH, Aiptu Yozi Y, dan Bripka Nandra Marden. Hadir pula Pj Kepala Desa Kelemantan Barat, M. Nasir Rustam, Sekretaris Desa Edi Ismanto, Ketua BPD Meji, serta staf desa.

Pj Kades M. Nasir Rustam dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa persoalan narkoba, KDRT, dan kenakalan remaja merupakan masalah bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Ini bukan masalah yang bisa ditangani pemerintah desa saja. Perlu kerja sama seluruh elemen masyarakat agar lingkungan kita tetap aman dan sejahtera,” ujar Nasir.

Ia menegaskan komitmen Pemdes Kelemantan Barat untuk terus menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari berbagai persoalan sosial. Sosialisasi ini, katanya, menjadi langkah penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengenali tanda-tanda bahaya serta melakukan pencegahan sejak dini.

Materi pertama disampaikan Kapolsek Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi mengenai bahaya narkoba, mulai dari jenis-jenis narkotika, dampaknya terhadap fisik, mental, hingga sosial. Ia menyoroti peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba, terutama di kalangan remaja.

Materi berikutnya tentang KDRT disampaikan Aiptu Yozi Y. Ia menjelaskan bahwa KDRT tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal, emosional, dan ekonomi. Masyarakat diminta berani melaporkan kasus KDRT agar korban mendapat perlindungan yang layak.

Bripka Nandra Marden menyampaikan materi terakhir mengenai kenakalan remaja. Ia mengulas faktor penyebab, contoh kasus yang sering terjadi, hingga solusi pencegahannya. Menurutnya, pengawasan keluarga dan penyediaan kegiatan positif bagi remaja sangat penting untuk mencegah perilaku menyimpang.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Peserta antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait kasus-kasus yang terjadi di lingkungan masing-masing. Narasumber memberikan penjelasan detail sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif.

Kegiatan ditutup oleh Kasi Pelayanan, Siti Rohani, S.Pd.I, yang menyampaikan terima kasih kepada narasumber dan peserta. Ia berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi masyarakat desa dalam menekan angka kasus narkoba, KDRT, dan kenakalan remaja.

Sosialisasi ini didanai melalui ADD kurang bayar tahun anggaran 2024 sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pemdes Kelemantan Barat berharap masyarakat semakin sadar dan mampu mengambil tindakan pencegahan terhadap berbagai ancaman sosial yang dapat mengganggu keharmonisan desa. (Mil)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *