BANTAIAN BARU (pekanbarupos.co) – Sosialisasi Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) digelar di Kepenghuluan Bantaian Baru, Kecamatan Batu Hampar, oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang berkolaborasi dengan Komisi XII DPR RI, Jumat (28/11).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menjaga ekosistem gambut sekaligus mendorong pemanfaatan lahan gambut secara berkelanjutan dan bernilai ekonomis.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rohil, H. Cicik Mawardi Athar AP MSi, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sebagian besar warga Rokan Hilir tinggal di kawasan gambut, sehingga edukasi dan pendampingan menjadi penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem.
“Pemerintah pusat diharapkan dapat memberi perhatian lebih terhadap kondisi permukiman masyarakat, khususnya di Bantaian Baru yang didominasi lahan gambut,” ujar Cicik.
Camat Batu Hampar, Wahyu Kurniawan SSTP MSi, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap kegiatan serupa terus digalakkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga gambut.
Datuk Penghulu Bantaian Baru, Azhar, juga menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi kemajuan kepenghuluan. “Semoga ke depan, kegiatan seperti ini dapat ditingkatkan lagi,” ucapnya.
Dari sisi pemberdayaan, Fasilitator Masyarakat DMPG, Alkahfi Sutikno MPd, didampingi Lathifa Marsya Nathania Ferani, mengungkapkan kegembiraannya karena masyarakat telah berhasil memanen selada serta mulai menanam pinang, mangga, rambutan, hingga matoa. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
Sementara itu, Tenaga Ahli DPR RI, Arief Rahmad, mewakili Anggota Komisi XII DPR RI Iyeth Bustami, menjelaskan bahwa program ini merupakan kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dengan Komisi XII DPR RI untuk memulihkan ekosistem gambut. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan nilai ekonomis lahan gambut melalui pemberdayaan masyarakat serta meminimalisir kebakaran lahan dan hutan yang kerap terjadi di wilayah gambut, khususnya di Riau.
Dari unsur akademisi, Tim DMPG UNRI, Dr Arifuddin MP, dalam paparannya menyebutkan bahwa lahan gambut dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga ekosistem agar fungsinya tetap berjalan optimal. “Kebakaran gambut menyebabkan kerusakan parah. Karena itu, masyarakat harus ikut menjaga dan mencegah terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan aksi penanaman pohon meliputi 1.000 batang matoa, 3.000 batang pinang Batara, 30 batang mangga dan rambutan, serta pengembangan budidaya sayuran hidroponik di tiga lokasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DKPP Rohil, Camat Batu Hampar, para penghulu se-Kecamatan Batu Hampar, Koordinator BPP Bangko Sudirman, PPL Tomiri, Tim DMPG KLH, Tenaga Ahli DPR RI Arief Rahmad, serta pendamping DMPG Dr Arifuddin MP, Lathifa Marsya Nathania Ferani MSi, dan Alkahfi Sutikno MPd. (iin)
Pekanbaru Pos Riau