Sabtu , 13 Desember 2025
Foto Ppco : Kabid Tenaga Kerja Disnaker Rohil, Asrul S Sos, saat menyampaikan kata sambutan mediasi antara Masyarakat Kuba dengan PT PHR.

Mediasi Buntu, PT PHR Abaikan Empat Tuntutan Warga Teluk Nilap

KUBA (PRO) – Upaya mediasi antara masyarakat Kepenghuluan Teluk Nilap dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berakhir tanpa kesepakatan. Pertemuan yang digelar di kantor Penghulu Teluk Nilap, Kamis (27/11/2025), sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WIB itu tidak menghasilkan titik temu, lantaran empat tuntutan utama masyarakat diduga diabaikan pihak perusahaan.

Empat tuntutan tersebut meliputi:
1. Prioritas tenaga kerja lokal,
2. Perbaikan Jalan Lintas Kubu dari Pinang GS menuju Kilometer Nol,
3. Kontribusi perusahaan terhadap Kepenghuluan Teluk Nilap,
4. Kepedulian terhadap lingkungan, termasuk penanganan limbah.

Hadir dalam pertemuan itu Camat Kubu Babussalam Hasan Usman SPd.MM, Kabid Tenaga Kerja Disnaker Rohil Asrul S Sos, Kapolsek Kubu Iptu Kodam Firman Sidabutar SH.MH, Penghulu Teluk Nilap H. Gamal Bacik SE, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan PT PHR.

Suasana mediasi sempat memanas. Warga menilai PT PHR tidak responsif dan bersikap apatis terhadap aspirasi masyarakat. Tokoh masyarakat Teluk Nilap, H. Zuhainan Atan SH, mengatakan sebelum mediasi masyarakat telah berencana melakukan aksi demo, namun ditunda atas saran pemerintah kecamatan.

“Empat poin tuntutan masyarakat semuanya seperti diabaikan perusahaan. Yang disampaikan ke masyarakat hanya alasan teknis. Masyarakat tidak butuh penjelasan teknis, tapi aksi nyata perusahaan dalam memperhatikan lingkungan,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Ia menegaskan, kondisi Jalan Lintas Kubu yang rusak parah semakin membahayakan pengguna jalan. Ditambah lagi aktivitas subkontraktor PT PHR yang kerap meninggalkan tanah dan lumpur di jalan sehingga memicu potensi kecelakaan.

“Kami terbuka bagi perusahaan yang beroperasi, tapi mohon lingkungan dan masyarakat juga diperhatikan,” tegasnya.

Ketidakpuasan masyarakat juga disampaikan tokoh lainnya, Husni Hasan. Ia menyebut masyarakat akan menggelar aksi besar-besaran jika tuntutan tidak direspons.

“Sejak masa Caltex sampai kini PHR, tidak ada kepedulian terhadap jalan lintas Kubu. Kalau perusahaan memang berniat baik, pasti masalah jalan sudah selesai sejak dulu,” katanya.

Husni menambahkan, masyarakat akan menggelar rapat dan tidak menutup kemungkinan melakukan aksi menutup akses operasi PT PHR di wilayah tersebut. “Jika perlu, wel PT PHR kami tutup atau kami usir dari Kubu Babussalam,” tegasnya.

Camat Kubu Babussalam, Hasan Usman, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa masyarakat kecewa karena tuntutan tidak dapat dipenuhi perusahaan. Ia menyebut, besar kemungkinan tuntutan belum dapat direalisasikan karena belum masuk ke dalam program PT PHR.

“Termasuk perekrutan tenaga kerja lokal. Kami juga tidak tahu pasti sistem perekrutannya seperti apa, apakah melalui PHR langsung atau melalui subkon,” jelasnya.

Meski demikian, Camat menyebut pihaknya menerima informasi berupa video dari Humas PT PHR yang menunjukkan adanya pengerjaan perbaikan jalan Lintas Kubu. “Besok saya akan turun ke lokasi untuk memastikan seperti apa bentuk perbaikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Humas PT PHR, Farhan, ketika dimintai tanggapan atas tuntutan warga, mengarahkan wartawan untuk menghubungi bagian komunikasi perusahaan. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PT PHR belum memberikan jawaban resmi.(Zul)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *