INHU (pekanbarupos.co) – Jika dibandingkan dengan APBD II Inhu tahun 2025 sebesar Rp. 1.619.022.873.349 Triliun, maka asumsi penerimaan, pendapatan dan belanja daerah yang dirangkum dalam APBD II tahun anggaran 2026 justru menurun sebesar Rp.284 Miliar lebih.
Ketua DPRD Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Sabtu P Sinurat selaku pimpinan rapat Paripurna membenarkan R-APBD II Inhu tahun anggaran 2026 telah disahkan sebesar Rp. 1.334.811.302.592,- Triliun menjadi APBD.
Rapat Paripurna kali ini, Sabtu (29/11) dihadiri langsung Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, Wakil Bupati Inhu Hendrizal MSi dan Sekdakab Inhu baru dilantik, Zulfahmi Adrian.
Kata Ketua DPRD Inhu mengatakan, salah satu pemicu menurunnya asumsi penerimaan dan pendapatan daerah disebabkan kebijakan efesiensi dari pemerintah pusat. “Ada efesiensi dana transfer keuangan daerah (TKD) dan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke seluruh pemerintah daerah,” ketua DPRD Inhu, Sabtu (29/11/25) membenarkan.
Guna mendukung kemandirian Fiskal daerah sekaligus mengurangi ketergantungan daerah dari TKD pemerintah pusat, Politisi Parpol Nasdem Inhu ini berharap Pemda Inhu segera mengoptimalkan menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) sehingga pembangunan dapat di rencanakan dan dilaksanakan dengan maksimal.
Pengoptimalan sumber pendapatan yang ada seperti pajak daerah, retribusi, dan kekayaan daerah, menggali sumber pendapatan baru (ekstensifikasi) serta menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga pembenahan sistem administrasi dan pelayanan publik yang lebih efisien juga menjadi kunci dalam peningkatan PAD. Sabtu P Sinurat mencontohkan.
Sebelumnya Bupati Inhu Ade Agus Hartanto menjelaskan APBD II Inhu sebesar Rp1.334.811.302.592, terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer hingga pembiayaan daerah sebesar Rp48.516.629.005 yang merupakan angka perkiraan dari sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya.
“Perlu saya tegaskan bahwa penyusunan APBD 2026 ini dilakukan ditengah tantangan berat berupa penurunan kemampuan fiskal daerah khususnya akibat menurunnya transfer pusat ke darah terutama alokasi Dana Bagi Hasil (DBH),” paparnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Inhu tetap berkomitmen mengarahkan seluruh sumber daya secara optimal untuk memenuhi tema pembangunan tahun 2026 yaitu peningkatan infrastruktur dalam rangka penguatan transformasi pembangunan. Papar Bupati optimis. (San)
Pekanbaru Pos Riau