Sabtu , 13 Desember 2025

BI Optimis Perekonomian Indonesia ke Depan Tumbuh Lebih Baik

PEKANBARU (pekanbarupos.co)-Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta digelar, Jumat (28/11/2025) malam. Kegiatan yang mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo dan para Menteri serta sejumlah Duta Besar negara sahabat.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat sepanjang 2025 di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global.

Capaian positif ini merupakan hasil kerja kolektif bangsa, diperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter sehingga pertumbuhan dan stabilitas berjalan beriringan.

“Saya mengapresiasi Bank Indonesia yang terus mengawal stabilitas perekonomian dan turut mendorong pertumbuhan, yang bersinergi dengan berbagai pengelola perekonomian nasional,” ucap Presiden Prabowo.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia ke depan akan lebih baik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan, dengan tetap mewaspadai ketidakpastian global yang tinggi.

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 berada di kisaran 4,7 hingga 5,5 persen dan meningkat lebih tinggi pada 2026 dan 2027 masing-masing dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen dan 5,1 hingga 5,9 persen didukung oleh konsumsi dan investasi yang meningkat, serta ekspor yang cukup baik di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Inflasi akan tetap terjaga rendah dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027 didukung konsistensi kebijakan moneter, kebijakan fiskal, eratnya sinergi pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah, dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

Pelaksanaan PTBI 2025 tidak hanya dilaksanakan di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta, tetapi juga berlangsung serentak dan terhubung secara live dari seluruh Kantor Perwakilan di dalam negeri dan luar negeri.

Di Provinsi Riau, pelaksanaan PTBI 2025 dilakukan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Riau, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau (Sekdaprov), Dr H Syahrial Abdi AP MSi beserta para pemangku kepentingan daerah lainnya serta sejumlah mitra strategis antara lain akademisi, perbankan dan media.

Menyambung pandangan Gubernur Bank Indonesia, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Sudiro Pambudi menyampaikan informasi mengenai kinerja positif ekonomi Provinsi Riau sepanjang tahun 2025. Secara tahunan, perekonomian Provinsi Riau pada triwulan III tahun 2025 tumbuh positif pada level 4,98 persen (yoy).

“Dengan kondisi tersebut Provinsi Riau masih menjadi provinsi dengan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) terbesar ke-6 di Indonesia atau ke-2 di luar Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 5,14 persen terhadap ekonomi Nasional,” papar Sudiro.

Laju ekonomi Provinsi Riau di sepanjang tahun 2025 didukung oleh kinerja ekspor luar negeri yang meningkat. Hal tersebut, salah satunya, disebabkan oleh kembali kompetitifnya harga komoditas berbasis kelapa sawit di pasar internasional relatif terhadap harga minyak nabati lainnya, sehingga menaikkan permintaan dari pasar global.

Dari sisi lapangan usaha, sektor utama ekonomi Provinsi Riau yaitu pertanian dan industri pengolahan tercatat tumbuh gemilang, yakni 5,39 persen (yoy) dan 7,17 persen(yoy), membaik dari periode sebelumnya. Kondisi cuaca yang kondusif mendukung produksi kelapa sawit yang optimal guna memenuhi kebutuhan crude palm oil (CPO) dalam negeri untuk program B40 serta tetap mampu mengoptimalkan ekspor untuk memenuhi permintaan pasar global.

Selain itu, adanya diversifikasi produk kertas yaitu kertas packaging juga turut memperkuat ekspor Riau tahun 2025. Selain pertumbuhan, KPwBI Provinsi Riau juga fokus untuk menjaga stabilitas harga, dicerminkan dari tingkat inflasi yang rendah dan stabil.

KPw BI Provinsi Riau meyakini bahwa pencapaian inflasi Riau akhir tahun 2025 akan tetap berada dalam target, yaitu 2,5 plus minus 1 persen. Keyakinan tersebut tidak terlepas dari masifnya upaya sinergi yang dilakukan oleh TPID se-Provinsi Riau selama ini. Sinergi tersebut, salah satunya diwujudkan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui Peningkatan Produktivitas Pangan dan berbagai program lainnya.

Selain menaruh perhatian pada kebijakan pertumbuhan ekonomi dan inflasi, KPw BI Provinsi Riau juga aktif dalam pengembangan sektor riil untuk mendorong terwujudnya inklusi ekonomi dan keuangan syariah yang optimal di Provinsi Riau.

KPw BI Provinsi Riau secara konsisten mengakselerasi dukungan kepada UMKM agar semakin produktif, naik kelas, dan berdaya saing. Hal tersebut ditunjukkan di antaranya melalui pengembangan 43 UMKM binaan dan klaster komoditas unggulan serta lebih dari 100 UMKM Mitra KPwBI Provinsi Riau. Dukungan tersebut fokus pada 5 (lima) kelompok yaitu klaster pangan strategis, potensi ekspor, pariwisata, ekonomi kreatif dan wirausaha.

“Pengembangan UMKM dilakukan untuk meningkatkan produktivitas melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi berbasis internet of things serta hilirisasi produk. Saat ini pengembangan UMKM dengan fokus klaster pangan strategis, olahan pangan, kriya, dan fashion telah tersebar di enam Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, yaitu Pekanbaru, Kampar, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Siak dan Indragiri Hulu,” tutur Sudiro.(yan)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *