PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Beberapa waktu lalu beberapa kepengurusan Cabang Olahraga (Cabor) tuding Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau kurang maksimal dalam pembinaan atlit dan olahraga di Riau.
Adapun beberapa pengurus Cabor tersebut. Diantaranya, pengurus Cabor Sambo/Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Riau, pengurus Cabor Bulutangkis, Cabor Karate dan Cabor Kick Boxing yang memberikan rapor merah terhadap KONI Riau.
Sesuai yang disampaikan dan dipublikasikan di media, catatan atau rapor merah yang diberikan tersebut, diantaranya kurangnya perhatian KONI Riau terhadap pembinaan Cabor maupun atlit sehingga menimbulkan kekecewaan terhadap Cabor.
Hal ini juga dikaitkan atas kepemimpinan KONI Riau saat ini yang dianggap belum mampu menaikkan prestasi olahraga di Riau yang sebelumnya terbukti dari hasil capaian PON Aceh-Sumut sebelumnya.
Secara tidak lansung, catatan yang disampaikan beberapa pengurus Cabor tersebut ditujukan pada Iskandar Hoesin selaku Ketum KONI Riau yang dituding tidak mampu membesarkan dan menaikan prestasi olahraga di Riau.
Namun, ditempat lain pernyataan yang disampaikan beberapa Cabor tersebut dinilai kurang tepat oleh Pemerhati olahraga di Riau. Salah satunya, Azky, menurutnya, jika pernyataan itu dinilai berdasarkan kepentingan tidak semata sebagai bentuk kritikan membangun untuk kebesaran olahraga serta kinerja di organisasi.
Pasalnya kritikan dibumingkan dalam momen tertentu. Yaitu diujung kepengurusan KONI Riau habis masa kepengurusan. Sehingga kritikan yang disampaikan lebih mengarah pada mengada-ngada atau karangan yang belum sesuai kebenarannya. Atau lebih dikenal Halu mengadakan yang tidak ada dalam cerita yang biasanya digunakan oleh seseorang sebagai salah satu cara untuk mencari perhatian dan tujuan tertentu yang diinginkan.
“Mengkritik kinerja di organisasi maupun pemerintahan itu hal biasa dan wajar. Karena tujuanya sebagai masukan untuk membuat perubahan lebih baik. Tapi jika kritikan dalam momen tertentu sulit juga untuk dijadikan acuan.
Ini kita lihat dari momen saat ini, kritikan terkait organisasi KONI Riau yang hampir habis masa kepengurusan. Secara tidak lansung sudah bisa dinilai tujuanya. Setahu kita selama ini KONI Riau juga tidak anti dengan kritikan dan selalu menanggapi ketikan,” katanya.
Pria yang juga penggagas Media Center Sahabat Olahraga Riau ini, mengaku sedikit banyak juga mengetahui program serta kinerja KONI Riau. Khususnya, Ketum KONI Riau Iskandar Hoesin dalam pembinaan olahraga di Riau.
Diantaranya, kesuksesan pelaksanakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau ke X tahun 2022 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), mempertahankan juara umum Porwil Sumatera tiga kali berturut-turut, di Porwil Sumatera XI 2023, sekaligus mendapatkan tropi Juara Umum Porwil tetap serta berjuang masuk 10 besar di PON Aceh-Sumut.
Selain itu juga, meningkatkan prestasi dari beberapa Cabor berprestasi, menuntaskan beberapa permasalahan terkait atlit. Salah satunya atlit renang Riau, Azzahra Permatahani yang bisa dikembalikan ke Riau yang sebelumnya sempat di rekrut Sulawesi Tengah (Sulteng) dan berbagai prestasi lainnya.
Artinya untuk kritikan kurang perhatian dan tidak mampu tidak tepat. Untuk menilai sesuatu itu kan juga perlu ada perbandingan dan tidak bisa hanya karena egois.
“Jadi menurut saya jika penilaian pada KONI Riau kurang perhatian terhad Cabor dan atlit, serta kepemimpinan KONI Riau dituding tidak mampu membesarkan dan menaikan prestasi olahraga di Riau. Itu lebih pada mengarang cerita yang tidak mempertimbangkan capaian yang di kritik.
Jadi tambahnya, untuk menanggapi hal-hal seperti ni, ia yang juga salah satu pengurus Cabor di Pekanbaru menganggap biasa saja. Karena ia yakin pengurus Cabor yang benar-benar membesarkan olahraga sangat memahami hal seperti ini.
“Mengurus olahraga ini beda dengan politik, karena dasar seseorang berorganisasi olahraga karena faktor hobby dan cinta olahraga. Mereka orang-orang yang siap berkorban untuk membesarkan olahraga dan prestasi. Bukan sebaliknya karena kepentingan dan mencari keuntungan,” tuturnya.
Sementara disisi lain, kepengurusan KONI Riau dibawah kepemimpinan Iskandar Hoesin saat ini, justru banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan dalam membesarkan olah raga di Riau. Termasuk para Cabor maupun kepengurusan KONI se Kabupaten Kota di Riau.
Bahkan Iskandar dikenal sosok pemberani dan mau berkorban untuk kepentingan olahraga. Seperti, menggunakan anggaran pribadi untuk pembinaan atlit sebelum ada pencairan dari pemerintah Riau.
Anggaran itu juga tidak tanggung-tanggung besarannya mencapai miliaran dari Rp 1,5 – 2 Miliar. Dan ini juga baru Iskandar Hoesin yang berani melakukan dari ketua-ketua KONI Riau sebelumnya. Pasalnya, untuk berani berbuat seperti yang dilakukan Iskandar Hoesin ini akan menjadi pertimbangan berat bagi pemimpin, apalagi berhubungan dengan pemerintah yang se waktu-waktu kebijakan bisa berubah dan beresiko kehilangan uang pribadi.
Ha ini sesuai yang disampaikan, Sekretaris Umum KONI Riau, Edi Satria, jika keberanian Iskandar Hoesin tidak lain dari bentuk kepedulian dan komitmen terhadap pembinaan prestasi olahraga dan atlit.
“Ini juga sejarah di KONI Riau. Justru saya sempat bertanya keputusan beliau. Tapi beliau tetap kukuh jika ini untuk kepentingan atlit dan sudah menjadi tanggungjawab sebagai pemimpin,” katanya.
Tidak hanya pembinaan atlet, Iskandar Hoesin juga disebut menalangi dana operasional KONI sebelum penandatanganan NPHD berikutnya dalam tahun berjalan. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan organisasi tidak terganggu akibat keterlambatan pencairan.
Disisi lain, apresiasi juga datang dari kepengurusan Cabor di Riau. Salah satunya, pelatih Cabor Anggar, Zulkifli yang berhasil meraih 4 emas, 2 perak, dan 7 perunggu di PON XXI Aceh-Sumut. Jika keberanian dan kepedulian Iskandar Hoesin cukup luar biasa dalam membesarkan olahraga din Riau. Salah satunya siap berkorban menalangi anggaran pembinaan atlit yang jarang dilakukan ketua KONI sebelumnya.
“Iskandar sosok yang memegang komitmen dan peduli terhadap atlit, khususnya terhadap pembinaan. Beliau juga pemimpin bertanggung jawab. Saat ini untuk memimpin kembali yang mendampingi beliau di organisasi yang betul-betul mampu mendukung program beliau,” tuturnya kepada wartawan beberapa lalu.(dre)
Pekanbaru Pos Riau