BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Upaya pelestarian budaya dan kepedulian lingkungan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Ketam Putih, Aipda Muhammad Hudori, melalui penyelenggaraan Festival Sampan Layar yang dirangkaikan dengan gerakan Green Policing.
Kegiatan tersebut digelar pada 28 Desember 2025 dan menjadi langkah awal pengembangan Desa Ketam Putih sebagai desa wisata berbasis budaya dan lingkungan.
Gagasan festival bermula dari aspirasi Ketua Perahu Layar Desa Ketam Putih, Bang Man, yang mengkhawatirkan tradisi sampan layar yang telah berusia lebih dari 70 tahun semakin ditinggalkan generasi muda. Ia berharap tradisi tersebut dapat dihidupkan kembali melalui kegiatan berskala besar.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Aipda Muhammad Hudori kemudian menggagas festival dengan melibatkan berbagai pihak. Ia berkolaborasi bersama Duta Green Policing Polres Bengkalis Juwandi, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Desa Ketam Putih dan Kabupaten Bengkalis, Pemerintah Desa Ketam Putih, serta komunitas masyarakat setempat.
“Setelah mendengar aspirasi masyarakat pada November 2025, kami berupaya menyatukan berbagai elemen untuk mewujudkan kegiatan ini. Alhamdulillah, Festival Sampan Layar dapat terlaksana dengan baik,” ujar Aipda Hudori.
Selain melestarikan budaya, festival ini juga menjadi sarana edukasi dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan pesisir. Melalui program Green Policing yang sejalan dengan kebijakan Kapolda Riau, Aipda Hudori mendorong kegiatan penanaman mangrove secara berkelanjutan sebagai upaya perlindungan ekosistem pesisir sekaligus mendukung potensi wisata desa.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, S.I.K., M.I.K. Ia menilai inovasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Ketam Putih mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga budaya dan lingkungan.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian alam. Apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat Desa Ketam Putih atas terselenggaranya kegiatan ini,” kata Kapolres.
Festival Sampan Layar secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bengkalis, Syahruddin, dan turut dihadiri sejumlah tokoh adat serta pejabat daerah. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperkuat posisi Festival Sampan Layar sebagai warisan budaya lokal yang layak dilestarikan dan dikembangkan.
Melalui kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, lembaga adat, dan masyarakat, Desa Ketam Putih menunjukkan bahwa keamanan, pelestarian budaya, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan seiring dalam mendukung pembangunan desa wisata berkelanjutan.(Mil)
Pekanbaru Pos Riau