
Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan H Zukri Misran dan H Husni Thamrin juga Kadiskanlut Ir Syahrul Syarif tampak sedang melepaskan 13 ribu bibit ikan patin di Sungai Kampar menuju Program 1 juta bibit.
PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Tidak semua perubahan besar dimulai dengan sesuatu yang besar. Di Sungai Kampar sekitar Jembatan Kembar Pangkalan Kerinci, perubahan itu dimulai dari 13 ribu bibit ikan patin yang dilepas perlahan ke arus sungai.
Bupati Pelalawan H Zukri Misran, SM, MM bersama Wakil Bupati H Husni Tamrin, SH melepas ribuan bibit tersebut, Senin (5/1/2026). Di hadapan unsur Forkopimda, kepala OPD, dan tokoh masyarakat, pelepasan ini menandai langkah awal dari program besar, Satu Juta Ikan Tahun 2026.
“Ini pelepasan perdana. Hari ini kita mulai dari Pangkalan Kerinci, dan akan berlanjut ke tujuh kecamatan lainnya,” ujar Bupati Zukri.
Bagi sebagian orang, angka 13 ribu mungkin tampak kecil. Namun bagi sungai dan masyarakat yang hidup di sekitarnya, inilah titik awal dari satu juta kehidupan yang dirancang untuk menghidupkan kembali ekosistem sungai sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.
Program Satu Juta Ikan tidak berhenti pada upaya konservasi. Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga merancang pengelolaan kawasan Sungai Jembatan Kembar Pangkalan Kerinci sebagai pusat wisata mancing, sebuah konsep yang memadukan pelestarian alam dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kawasan ini akan kita kelola sebagai wisata mancing. Sungai harus hidup, bukan hanya mengalir,” tegas Bupati Zukri.
Ke depan lanjut dia, pelepasan bibit ikan akan dilakukan secara bertahap hingga target satu juta bibit ikan tercapai pada tahun 2026. Dari sungai inilah, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga alam berarti menjaga masa depan.
Restocking Berkelanjutan
Lima Juta Bibit untuk Lima Tahun
Di tempat terpisah, Selasa (6/1/2026), Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan Ir. H. Syahrul Syarief, M.Si menjelaskan bahwa pelepasan 13.000 bibit patin tersebut merupakan penebaran perdana dari program restocking ikan yang telah direncanakan jauh hari.
“Penebaran kemarin berjumlah 13 ribu ekor bibit patin. Ini bagian dari program restocking 1 juta bibit ikan di sungai dan perairan umum Kabupaten Pelalawan tahun 2026,” jelasnya.
Ia menegaskan, program ini merupakan kebijakan strategis yang telah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Pelalawan Tahun 2025–2029. Dalam dokumen perencanaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menargetkan penebaran 5 juta bibit ikan selama lima tahun, atau 1 juta bibit setiap tahun, di sungai, anak sungai, danau, serta embung.
“Tujuannya adalah memulihkan sumber daya ikan di perairan umum, agar sungai-sungai kita kembali kaya ikan dan bisa menjadi sumber ekonomi bagi nelayan serta masyarakat di bantaran sungai,” ungkap Syahrul.
Lebih jauh, ia berharap program restocking ini mampu memicu kesadaran kolektif masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk menjaga sungai dengan lebih bertanggung jawab.
Ia menegaskan larangan penggunaan alat tangkap dan bahan berbahaya seperti racun dan setrum listrik yang dapat merusak kelestarian ikan.
Selain itu, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Pelalawan juga diminta berperan aktif menjaga kualitas sungai dengan tidak membuang atau mengalirkan limbah langsung ke perairan umum.
“Lokasi-lokasi restocking akan menjadi titik perhatian dan pengawasan bersama, agar tujuan memulihkan dan memperkaya sungai benar-benar terwujud,” tambahnya.
Syahrul juga memastikan bahwa seluruh bibit ikan yang digunakan berasal dari Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Perikanan Kabupaten Pelalawan, sehingga tidak ada pembelian bibit dari luar.
Dengan langkah bertahap dan berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap sungai tidak hanya kembali hidup, tetapi juga menjadi penopang ekonomi dan warisan alam yang terjaga bagi generasi mendatang.amr
Pekanbaru Pos Riau