Jumat , 16 Januari 2026
Foto Pro: Bupati Siak dan Ketua Dewan tinjau lokasi pelabuhan KITB.

Ambruknya Pelabuhan KITB Mengkapan, Ekspor Cangkang Terancam Lumpuh Bertahun-tahun

SIAK (pekanbarupos.co) – Insiden ambruknya dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada Senin (4/5/26), menimbulkan dampak serius terhadap aktivitas ekspor, khususnya komoditas cangkang.

Sejumlah perusahaan eksportir yang selama ini bergantung pada Pelabuhan KITB terancam mengalami kerugian besar dan kelumpuhan operasional dalam jangka panjang.

Tidak hanya berdampak pada dunia usaha, kejadian ini juga berpotensi menggerus Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, cita-cita Bupati Siak Arwin untuk menjadikan KITB sebagai motor masa depan perekonomian daerah dikhawatirkan akan meredup.

Bupati Siak bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD Siak, serta sejumlah anggota DPRD turun langsung meninjau kondisi dermaga Pelabuhan KITB yang ambruk.

Bupati Siak mengatakan,bahwa Pelabuhan tersebut saat ini berada di bawah pengelolaan KSOP Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan, sejak akhir Oktober 2024. Sebelumnya, pengelolaan pelabuhan sempat diserahkan kepada salah satu BUMD, yakni PT Samudera Siak (SS).

Lepasnya pengelolaan pelabuhan dari BUMD PT SS menjadi bahan evaluasi serius di awal masa jabatan kepala daerah yang dimulai pada 4 Juni 2025.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara sirkuler pada Selasa (5/8/2025), para pemegang saham—PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan PT Siak Pertambangan dan Energi (SPE)—secara resmi memberhentikan Direksi dan Komisaris lama PT SS secara tidak hormat, serta menunjuk jajaran pengurus baru.

Kata Bupati,Keputusan tersebut diambil menyusul penilaian terhadap kinerja buruk manajemen sebelumnya yang dinilai lalai dalam menjaga dan mengelola potensi strategis daerah.

Dikatakan Bupati Siak,bahwa Dengan kepengurusan baru, Pemerintah Kabupaten Siak kini terus berupaya mendapatkan kembali kepercayaan Kementerian Perhubungan untuk mengelola kawasan strategis Pelabuhan Tanjung Buton.

Bahkan, Bupati Siak bersama Ketua DPRD telah mendatangi langsung Kementerian Perhubungan guna meyakinkan bahwa BUMD Siak mampu mengelola Pelabuhan KITB apabila kembali diberi kepercayaan.

Namun demikian, upaya tersebut tidak mudah, terlebih setelah insiden ambruknya dermaga yang menurut Kepala KSOP disebabkan oleh kelalaian pengelolaan dalam kurun waktu bertahun-tahun sebelumnya.

Pelabuhan KITB merupakan salah satu proyek strategis daerah yang diharapkan mampu meningkatkan PAD serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Pemerintah berharap insiden ini dapat segera ditangani secara serius oleh pihak terkait karena dampaknya sangat besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Siak juga menyampaikan rasa syukur karena dalam peristiwa ini tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa.(Fen)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *