Senin , 16 Februari 2026

Pemprov Riau Petakan Anggaran Pembebasan Lahan Pembangunan Flyover Panam

PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Tidak hanya infrastruktur jalan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai gesa pembangunan jembatan untuk pengurai kemacetan di kota Pekanbaru. Diantaranya pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti Panam.

Untuk pembangunan Flyover ini, Pemprov Riau mulai petakan anggaran terkait pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Riau sesuai yang sebelumnya sudah ditetapkan terdampak pembangunan.

Pembahasan lahan untuk pembangunan jembatan tersebut dituntaskan dalam tahun anggaran 2026 ini, di mana Plt Gubernur Riau SF Haryanto sebelumnya juga menyampaikan jika Flyover ini merupakan proyek prioritas yang sudah lama ditunggu oleh masyarakat.

Tambah lagi, Flyover tersebut salah satu langkah yang mampu mengurai kemacetan di Jalan Soebrantas sebagai jalan lintas atau pintu masuk dari beberapa daerah menuju Pekanbaru.

Selain memetakan anggaran, Plt Gubri SF Haryanto juga sudah menginstruksikan untuk pembetulan tim gerak cepat perealisasian dilapangan. Sehingga sampai akhir tahun pembebasan lahan tuntas dan pembangunan sudah bisa di realisasikan.

“Untuk pembangunan fisik flyover akan dibangun oleh Kementerian PU, sedangkan Pemprov Riau pada pembebasan lahan. Saat ini kita sudah mulai hitung dan petakan anggaran yang dibutuhkan,” SF Hariyanto, Selasa (13/1/2026).

Ia juga menjelaskan, jika pembangunan Flyover Simpang Panam tersebut Detail Engineering Design (DED) telah dibuat oleh Kementerian PU. Untuk pembangunan akan dilaksanakan pada awal tahun 2027 mendatang.

“Insya allah, sebelum awal tahun 2027 seluruh kebutuhan terkait pembangunan, khususnya pembebasan lahan bisa kita tuntaskan dengan baik. Sehingga pembangunan atau Ground breaking (peletakan batu pertama) awal tahun 2027 bisa di gesa sesuai harapan,” jelasnya.

SF Haryanto juga menjelaskan jika untuk DED ia juga sudah mengkoordinasikan agar dilakukan revisi atau sedikit perubahan. Diantaranya terkait kebutuhan lahan pembangunan.

“Kita minta kemarin agar DED nya ada sedikit ada perubahan. Jadi tidak perlu panjang-panjang elevasinya, karena kalau terlalu panjang dampaknya butuh lahan panjang dan biaya pembebasan lahannya juga cukup besar,” ujarnya.

Sesuai informasi, untuk pembebasan lahan Flyover ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau juga sudah membentuk tim khusus untuk percepatan.

Hal Iko juga seiring dengan pembentukan tim infrastruktur jalan sebelumnya yang juga diinstruksikan gubernur Riau. Untuk pembebasan lahan ini tim dari PUPR Riau juga akan melibatkan berbagai instansi terkait serta dukungan masyarakat di sekitar lokasi,(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *