Sabtu , 14 Februari 2026
Foto Poco : Kementan RI Amran Sulaiman.

Kementan Siapkan Rp1,49 Triliun untuk Pemulihan Pertanian Sumatera, Usulkan Tambahan Rp5,1 Triliun

JAKARTA (pekanbarupos.co) – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran sebesar Rp1,49 triliun dari APBN 2026 serta mengusulkan tambahan Rp5,1 triliun guna mempercepat pemulihan sektor pertanian pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah utara dan tengah Sumatera pada akhir November 2025.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (14/1/2026).

Mentan Amran menegaskan, Kementan berkomitmen membantu petani di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, agar segera bangkit dari dampak bencana.

“Kementerian Pertanian berupaya memulihkan sektor pertanian di ketiga provinsi terdampak, baik dengan mengoptimalkan anggaran APBN 2026 yang tersedia maupun dengan mengusulkan tambahan anggaran,” ujar Mentan Amran.

Ia menjelaskan, alokasi Rp1,49 triliun akan digunakan untuk rehabilitasi lahan sawah rusak ringan dan sedang, perbaikan irigasi, bantuan benih tanaman pangan, rehabilitasi perkebunan, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan pestisida.

“Rinciannya meliputi rehabilitasi lahan sawah dan irigasi sebesar Rp736,21 miliar, bantuan benih tanaman pangan Rp68,6 miliar, rehabilitasi kawasan perkebunan Rp50,46 miliar, serta penyediaan alsintan, pupuk, dan pestisida Rp641,25 miliar,” jelasnya.

Mentan Amran menyebutkan, bantuan diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang. Sementara untuk lahan dengan kerusakan berat, diperlukan sinergi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian ATR/BPN terkait penataan ruang dan Kementerian PUPR untuk perbaikan jaringan irigasi.

Selain itu, Kementan mengusulkan tambahan anggaran Rp5,1 triliun untuk pemulihan sektor pertanian secara menyeluruh di tiga provinsi terdampak.
“Kebutuhan ini diperlukan agar pemulihan pertanian dapat dilakukan secara komprehensif, sekaligus menjaga keberlanjutan program prioritas nasional,” kata Mentan Amran.

Tambahan anggaran tersebut akan difokuskan untuk rehabilitasi lahan sawah Rp3,4 triliun, rehabilitasi perkebunan Rp456,4 miliar, bantuan benih hortikultura Rp19,1 miliar, pakan ternak Rp262,8 miliar, penyediaan sarana dan prasarana Rp674,7 miliar, serta rehabilitasi bangunan dan fasilitas penunjang Rp291 miliar.

Mentan Amran juga memohon dukungan Komisi IV DPR RI agar usulan tambahan anggaran tersebut dapat direalisasikan.
“Kami berharap dukungan pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI agar pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Selain melalui APBN, Kementan telah menggalang bantuan kemanusiaan sebesar Rp75 miliar dari internal Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Peduli. Bantuan tersebut telah disalurkan dalam tiga tahap bekerja sama dengan TNI dan Polri.

Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Daerah yang terdampak antara lain Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Berdasarkan data per 13 Januari 2026, luas sawah terdampak mencapai 107.324 hektare, dengan rincian rusak ringan 56.077 hektare, rusak sedang 22.152 hektare, dan rusak berat 29.095 hektare. Lahan puso atau gagal panen padi dan jagung tercatat sekitar 44,6 ribu hektare.

Selain itu, lahan perkebunan non-sawit terdampak seluas 29.310 hektare, hortikultura 1.803 hektare, serta lebih dari 820 ribu ekor ternak mati atau hilang. Infrastruktur pertanian juga mengalami kerusakan, termasuk 58 unit rumah potong hewan, 2.300 unit alsintan, 74 balai penyuluhan pertanian, tiga bendungan, jaringan irigasi sepanjang 152 kilometer, dan 820 unit jalan produksi.

“Data dampak bencana ini terus kami perbarui melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah,” pungkas Mentan Amran.***

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *