PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Saat malam turun di Jalan Suwandi, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, gelap datang lebih cepat dari biasanya. Bukan karena awan atau hujan, melainkan karena ketiadaan lampu penerangan jalan.
Di kawasan yang masuk Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan ini, dihuni sekitar 35 kepala keluarga (KK) ini, gelap bukan sekadar suasan, ia menjadi keseharian.
“Lampu jalan sudah kami ajukan ke PUPR setahun lalu. Kami minta 10 titik. Sampai sekarang belum ada kabar,” ujar Ketua RT 003 RW 005, Syahrudin Siregar, Kamis (22/1/2026), dengan nada prihatin.
Harapan warga sempat menyala ketika bantuan dua unit lampu dari lurah datang. Namun usia harapan itu singkat. Lampu tersebut kini sudah rusak. Kalaupun menyala, hanya sekitar satu jam selepas Maghrib, lalu kembali padam, menyisakan jalanan dan lingkungan yang gelap gulita.
Tak hanya soal lampu. Kondisi jalan pun mencerminkan minimnya sentuhan pembangunan. Jalan Suwandi yang merupakan jalan poros lingkungan sebagian besar masih berupa tanah dan batu.
“Ada semenisasi sekitar 100 meter, itupun jalan lingkungan. Masih banyak yang kondisinya buruk lagi. Kalau dibanding RT lain, mungkin kami yang paling minus perhatian,” kata Syahrudin.
Jalan poros yang menghubungkan lingkungan ini membentang sekitar satu kilometer hingga ke dekat kandang warga. Saat hujan turun, jalan berubah becek. Saat kering, debu beterbangan.
Ironisnya, kawasan ini tidak berada di pelosok jauh. Jaraknya dengan Kompleks Perkantoran Bhakti Praja tak sampai dua kilometer. Kantor DPRD dan Kantor Bupati Pelalawan pun hanya sekitar dua kilometer dari pemukiman warga.
Namun kedekatan geografis itu terasa tak sebanding dengan perhatian yang diterima.
Syahrudin mengingatkan, sebelumnya pemimpin Pemerintah Kabupaten Pelalawan pernah menjanjikan pengaspalan jalan di wilayah tersebut.
“Janji itu masih diingat warga, meski realisasinya belum kunjung terlihat. Kami sangat berharap ada perhatian dan pembinaan dari Pemkab Pelalawan,” ujarnya.
Bukan hanya infrastruktur dasar seperti jalan dan lampu penerangan, tetapi juga dorongan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. “Warga ingin maju, tapi perlu didukung,” tambahnya.
“Khusus untuk lampu jalan, toh warga sudah bayar pajaknya tapi kenapa fasilitasnya untuk warga tak ada,”ungkapnya kesal.
Di balik gelapnya malam Jalan Suwandi, ada warga yang terus berharap. Mereka tidak menuntut kemewahan hanya jalan yang layak dilalui dan lampu yang menyala hingga pagi. Agar rasa aman hadir, dan agar mereka tak lagi merasa menjadi lingkungan yang terlupakan.(amr)
Pekanbaru Pos Riau