Sabtu , 14 Februari 2026

Desa Beringin Makmur, Desa Kecil di Pelalawan Ini Melawan Arus Korupsi

Sekdakab Pelalawan Tengku Zulfan, SE, Ak bersama Kepala Desa Beringin Makmur Kecamatan Kerumutan, Sulhan Nasution, usai menerima Penghargaan Desa Percontohan Anti Korupsi Provinsi Riau Tahun 2025 di Pekanbaru

KERUMUTAN(pekanbarupos.co) –
Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan tentang korupsi yang seolah tak pernah reda, sebuah kabar baik datang dari sudut Kabupaten Pelalawan.

Bukan dari gedung megah atau pusat kekuasaan, melainkan dari sebuah desa bernama Beringin Makmur.

Desa yang berada di Kecamatan Kerumutan itu membuktikan bahwa pemerintahan yang bersih bukan hanya isapan jempol belaka.

Senin (26/01/2026), Desa Beringin Makmur resmi menerima Penghargaan Desa Percontohan Antikorupsi Provinsi Riau Tahun 2025, sebuah pengakuan atas praktik tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Gedung Daerah Pauh Janggi, Pekanbaru. Momen itu bukan sekadar seremoni, tetapi simbol perlawanan sunyi desa terhadap budaya rasuah yang selama ini menggerogoti kepercayaan publik.

Program Desa Percontohan Antikorupsi sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan pemerintah daerah.

Ketua Tim Perluasan Desa Percontohan Antikorupsi Provinsi Riau 2025, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, menegaskan bahwa desa menjadi garda terdepan pencegahan korupsi.
“Pencegahan korupsi harus dimulai dari level paling dekat dengan masyarakat. Desa adalah fondasi,” ujarnya.

Dari ratusan desa di Riau, hanya tujuh desa yang ditetapkan sebagai percontohan tahun ini. Selain Beringin Makmur, ada Desa Pangkalan Jambi (Bengkalis), Pasir Luhur (Rokan Hulu), Salo (Kampar), Insit (Kepulauan Meranti), Kelawat (Indragiri Hulu), dan Sungai Intan (Indragiri Hilir).

Masuknya Beringin Makmur dalam daftar tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Pelalawan.

Hadir mewakili Bupati Pelalawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan, Tengku Zulfan, SE, Ak menyampaikan apresiasi atas capaian desa tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Beringin Makmur adalah bukti bahwa tata kelola yang bersih bisa diwujudkan ketika komitmen dan integritas menjadi pegangan bersama.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah desa. Harapannya, ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Pelalawan untuk membangun pemerintahan yang transparan dan dipercaya masyarakat,” kata Sekda Tengku Zulfan.

Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen tersebut, Plt Gubernur Riau bahkan memberikan hadiah umrah kepada tujuh kepala desa penerima penghargaan. Lebih dari sekadar hadiah, itu adalah simbol bahwa integritas layak diapresiasi setinggi-tingginya.

Pada momen itu, SF Hariyanto kembali menekankan pentingnya pengelolaan anggaran desa yang sesuai aturan, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepercayaan publik, kata dia, adalah modal utama pembangunan desa.

Kisah Desa Beringin Makmur memberi pesan sederhana namun kuat, bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang yang paling kecil.

Ketika desa bersih, harapan tentang pemerintahan yang jujur bukan lagi mimpi melainkan kenyataan yang sedang tumbuh dari akar rumput.

Beringin Makmur, ketika integritas menjadi budaya, bukan sekadar slogan.amr

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *