
Kapolres: Sinergi Desa Jadi Kunci Swasembada Pangan 2026
KUANSING (pekanbarupos.co) – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama Polres Kuansing menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Kepala Desa dalam rangka mendukung Program Nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing, Selasa (27/1/2026) pagi.
Rapat koordinasi ini dihadiri langsung Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Ambi, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Ketua Pengadilan Negeri Teluk Kuantan Subiar Teguh Wijaya, unsur TNI dan Kejaksaan, jajaran OPD Kabupaten Kuansing, para camat, kapolsek, bhabinkamtibmas, serta seluruh kepala desa se-Kabupaten Kuantan Singingi.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas terselenggaranya rapat koordinasi tersebut.
Ia menegaskan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, serta aparat penegak hukum dalam menyukseskan Program Nasional Asta Cita, khususnya di sektor ketahanan pangan.
“Kuansing berhasil meraih peringkat kedua sebagai daerah dengan hasil panen jagung terbanyak di Riau,” kata Kapolres.
Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja keras bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat desa.
Meski demikian, Kapolres menekankan bahwa capaian tersebut harus terus ditingkatkan melalui evaluasi menyeluruh. Ia menjelaskan pemerintah pusat menargetkan penanaman jagung pipil seluas dua hektare per desa.
“Perlu pemetaan desa-desa yang masih memiliki keterbatasan lahan,” katanya.
Kapolres juga memaparkan sejumlah kendala di lapangan, mulai dari kegagalan panen, hasil yang belum maksimal, hingga tantangan dalam pemasaran hasil panen.
“Bahkan beberapa diantaranya adalah kewajiban pengantaran hasil panen ke Bulog, ketentuan kadar air maksimal 14 persen, serta harga beli yang dinilai masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Selain itu, kondisi tanah yang kurang sesuai serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan tanaman jagung turut memengaruhi hasil produksi.
Oleh karena itu, Kapolres menegaskan pentingnya pendampingan teknis dan peningkatan kapasitas petani agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Kuansing, Deflides Gusni memaparkan hasil analisis usaha tani jagung selama dua periode pada tahun 2025.
Ia mengatakan rata-rata hasil panen mencapai 6.000 kilogram per hektare dan harga jual sekitar Rp6.000 per kilogram. Usaha tani jagung dinilai masih memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan.
“Total produksi bersih jagung di Kuansing sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 819,30 ton,” katanya.
Sementara Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Ambi menegaskan rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan program nasional, kabupaten dan desa guna mendukung target swasembada pangan nasional tahun 2026.
“Optimalkan peran penyuluh pertanian dalam memberikan pendampingan teknis, pemantauan, serta evaluasi budidaya jagung pipil di desa-desa,” katanya.
Bupati juga mengingatkan para kepala desa dan penjabat kepala desa agar memahami seluruh regulasi pengelolaan desa, khususnya terkait penggunaan dana desa.
“Saya tekankan pentingnya transparansi, efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa,” tegas Bupati.
Bupati juga secara khusus meminta Kapolres Kuansing beserta jajaran untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pendistribusian pupuk dan benih jagung bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Melalui rakor ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan pemerintahan desa dalam menyukseskan Program Nasional Asta Cita. Sehingga ketahanan pangan dapat terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Bupati.(cil)
Pekanbaru Pos Riau