
KUANSING (pekanbarupos.co)–Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kuantan Singingi, Ahad (23/8/2026) pagi
Asap terlihat jelas meski belum menganggu jarak pandang. Kabur asap diduga dibawa angin yang bertiup begitu kencang sekira pukul 09.00 WIB.
“Kabut asap, susah ongok,” kata seorang petani di Desa Tanjung Simandolak, Ojot kemarin.
Semakin siang kabur asap semakin tebal. Bahkan bau asap pun terasa menyengat. Tak hanya di luar rumah, kabut asap pun terasa sampai ke dalam rumah.
Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kuansing, Koko Mahyudi, kabut asap yang kini terlihat di Kabupaten Kuansing keseluruhan berasal dari kiriman kabupaten tetangga.
Sebab, katanya, sampai hari ini tidak ada terpantau titik api.
“Baik hari kemaren ataupun hari ini, tidak ada terpantau titik api. Sabtu (22/8/2026) kemaren hanya hotspot di Kecamatan Singingi dan Logas Tanah Darat dari pabrik PKS. Asap sekarang, positif dari kabupaten tetangga,” ujar Koko.
Hal senada juga diungkapkan oleh Plt Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, Dody Fitrawan.
“Iya. Hasil pantauan kami sampai hari ini tidak ada titik api di Kuansing. Ini kiriman daerah lain,” ujarnya.
Dody menyebutkan, meski tidak berasal dari titik api di Kuansing, ketebalan asap terlihat jelas.
Bahkan dari hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan, Ahad (23/8/2026) pagi di Telukkuantan pukul 07.00 WIB dengan angka 119, pukul 14.00 WIB 126, pukul 21.00 WIB 135 dengan status tidak sehat.
Dari web www.sipongi.gakkum.kehutanan.go.id, kata Dody, Sabtu tanggal 22 Agustus 2026, titik hotspot di Riau 44 titik, yaitu di Pelalawan 39 titik, Inhu 3 titik, Inhil 10 titik, Kampar 1 titik, Rokan Hilir 1 titik. Ahad tanggal 23 Agustus 2026, titik hotspot di Riau 11 titik, semuanya di Pelalawan.
“Dua hari ini tidak ada titik api di Kuansing. Kondisi Ahad pagi ini cukup berasap, dengan kondisi hembusan angin cukup kencang, berkemungkinan ini adalah asap kiriman,” ujarnya.(cil/rpg)
Pekanbaru Pos Riau