PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co) – Di sebuah kawasan yang tenang di Jalan Langgam KM 3,5 Pangkalan Kerinci Barat Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau, suasana Ramadhan 1447 H terasa berbeda.
Ketika sebagian anak menikmati liburan Ramadhan dengan aktivitas biasa, para santri di SMP dan SMA Al Bayan Plus justru mengisi hari-hari mereka dengan rangkaian ibadah, pembelajaran, dan pembinaan karakter yang intens.
Program Pesantren Ramadhan yang digelar oleh sekolah di bawah Yayasan Al Bayan Bina Insani ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan iman, akhlak, sekaligus kedisiplinan bagi para santri.
Mudir SMP dan SMA Al Bayan Plus, Ustadz Muslim Lc., MA, Jumat (6/3/2026) menjelaskan bahwa tujuan utama Pesantren Ramadan adalah memaksimalkan ibadah para santri selama bulan suci.
“Pesantren Ramadhan ini bertujuan memaksimalkan ibadah para santri. Selama kegiatan, mereka benar-benar difokuskan untuk beribadah di bawah bimbingan para asatidzah,” jelas alumnus Universitas Al Azhar Mesir tersebut.
Hari-hari para santri diisi dengan shalat berjamaah tepat waktu, tilawah Al-Qur’an, qiyamul lail, kajian keislaman, hingga pembinaan akhlak. Suasana spiritual yang kuat itu membuat banyak santri mampu menuntaskan bacaan Al-Qur’an berkali-kali selama mengikuti Pesantren Ramadan.
“Maa syaa Allah, banyak di antara anak-anak yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an beberapa kali selama program ini. Hal seperti ini juga terjadi pada Ramadhan sebelumnya,”tambahnya.
Namun pendidikan di Al Bayan Plus tidak berhenti pada aspek ibadah semata, lanjut Ustadz Muslim yang mengaku sedang berada di Malaysia. Pesantren Ramadhan juga menjadi tempat bagi para santri untuk belajar kehidupan sosial.
“Para santri yang berasal dari latar belakang dan karakter berbeda hidup bersama selama beberapa hari, 10 hari kurang lebih. Mereka belajar saling memahami, bekerja sama, dan beradaptasi dengan lingkungan,”ungkapnya.
Ustadz Muslim juga mengutip perkataan Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu tentang cara mengenal seseorang.
“Umar bin Khattab mengatakan, jika ingin mengenal seseorang maka safarlah bersamanya, lihat ketika ia berurusan dengan harta, dan perhatikan bagaimana ia hidup bersama. Di pesantren Ramadhan ini, para santri belajar hidup bersama,” ujarnya.
“Kalau hanya sehari dua hari tentu tidak terlalu membekas. Makanya kita laksanakan lebih panjang waktunya,”bener Ustadz Muslim.
Kehidupan sederhana juga menjadi bagian penting dari pendidikan tersebut, imbuhnya. Jika di rumah para santri mungkin terbiasa dengan menu berbuka dan sahur yang beragam, di pesantren mereka belajar menerima dan mensyukuri apa yang disediakan bersama.
“Di sini mereka belajar hidup sederhana. Minum dan makan sesuai yang disediakan. Ini melatih rasa syukur dan kebersamaan,” katanya.
Menariknya, para santri tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga diberi kesempatan memimpin ibadah. Mereka dilatih menjadi imam shalat berjamaah, imam tarawih, bahkan menjadi khatib Jumat.
“Pengalaman ini menjadi latihan kepemimpinan sekaligus keberanian tampil di tengah masyarakat,”ungkap Ustadz Muslim.
Dikatakan, pesantren Ramadhan tahun ini dilaksanakan secara terpisah antara santri putra dan putri. Untuk santri putri kegiatan telah lebih dahulu dilaksanakan selama empat hari, sementara santri putra mengikuti program sejak Ahad, 1 Maret hingga 7 Maret 2026.
Dalam rangka mempererat hubungan antara sekolah, pondok, dan orang tua, pihak yayasan juga mengundang para wali santri serta masyarakat sekitar kompleks sekolah untuk mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama. Dan kegiatan ini juga digelar dua kali.
Selain materi keagamaan, para santri juga tetap mendapatkan pelajaran sekolah selama program berlangsung.
Di akhir kegiatan, pihak sekolah melakukan evaluasi sebagai bahan perbaikan pembinaan ke depan.
Bagi Yayasan Al Bayan Bina Insani, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi kehidupan.
Dengan keberadaan TK, SD, SMP, hingga SMA Al Bayan Plus, yayasan ini menghadirkan sistem pendidikan yang berkesinambungan bagi anak-anak sejak usia dini hingga remaja.
Di tempat ini, anak-anak tidak hanya belajar pelajaran sekolah. Mereka juga belajar tentang kehidupan, tentang iman, tentang tanggung jawab, dan tentang bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Dan Ramadan menjadi salah satu momen terbaik untuk menanamkan nilai-nilai itu.
“Pendidikan terbaik bukan hanya yang mencerdaskan pikiran, tetapi juga yang menumbuhkan hati,”tutup Ustadz Muslim.(amr)
Pekanbaru Pos Riau