
KAMPAR (pekanbarupos.co)– Suasana Hari Raya Enam di Kabupaten Kampar tahun ini berlangsung semarak.
Forum Masyarakat Batu Bersurat dan Desa Binamang (Forsima Berbinar) menggelar kegiatan pulang basamo yang dirangkai dengan halal bihalal, makan bersama, serta hiburan rakyat, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baiturrahman, Desa Binamang, Kecamatan XIII Koto Kampar ini diikuti oleh Camat XIII Koto Kampar Zulfikar, Lurah Batu Bersurat, Kepala Desa Binamang, ninik mamak, imam Bilal khatib serta ratusan masyarakat dari Batu Bersurat dan Binamang, termasuk perantau yang pulang kampung.
Tradisi pulang basamo ini memang telah menjadi agenda tahunan masyarakat setempat. Bahkan, dalam budaya Kampar, perayaan Hari Raya Enam kerap terasa lebih meriah dibandingkan Idulfitri, karena menjadi momen berkumpulnya masyarakat kampung dengan para perantau.
Panitia kegiatan Ahmad Fauzan, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Halal Bihalal dan Pulang Basamo Forsima Berbinar”. Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan ceramah agama oleh Ustadz Dr. Kazwaini Munir, M.Ag, dilanjutkan makan bersama dan hiburan rakyat hingga sore hari.
“Kegiatan berjalan meriah dan penuh hikmah. Masyarakat bisa berkumpul dan mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir,” ujarnya.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah hiburan rakyat berupa panjat pinang. Sebanyak 23 batang pinang didirikan dari persukuan yang ada di desa binamang dan kelurahan batu bersurat.
Fauzan menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat silaturahmi, terutama bagi masyarakat perantauan yang umumnya hanya dapat pulang setahun sekali.
“Kegiatan seperti ini akan terus kita kembangkan karena sangat baik untuk mempererat hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Camat XIII Koto Kampar, Zulfikar, mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan setiap tahun.
“Momentum Raya Enam ini menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat yang di kampung dan di perantauan yang mungkin sudah lama tidak bertemu,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari ninik mamak, tokoh adat, imam, hingga pemerintah desa, untuk terus bersinergi dalam membangun kampung.
“Ini bukti kekompakan kita. Ke depan, peran ninik mamak dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat demi kemajuan kampung dan anak kemenakan kita,” tutupnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau