Kamis , 23 April 2026

Sunyi Sepi, Pelantikan Kakan Kemenag Pelalawan Dipertanyakan Masyarakat

PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Ada yang terasa janggal di balik sebuah jabatan penting. Bukan soal siapa yang dilantik, tetapi bagaimana proses itu nyaris tak terdengar.

Pelantikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Pelalawan mendadak menjadi perbincangan bukan karena gegap gempita, melainkan karena kesenyapannya.

Tak seperti biasanya, proses pelantikan pejabat nomor satu di lingkungan Kanwil Kemenag Riau persisnya Kakan Kemenag Pelalawan kali ini berlangsung tanpa gaung publikasi, tak ada ekspos.

Padahal, posisi tersebut kini diisi oleh Drs H Sulman, yang sebelumnya diketahui menjabat sebagai Kakan Kemenag Kabupaten Meranti.

Minimnya informasi memicu tanda tanya. Bahkan, hingga kini tidak ditemukan rilis resmi terkait pelantikan tersebut di kanal publikasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.

Situasi ini pun mengundang respons dari sejumlah tokoh agama di Kabupaten Pelalawan. Mereka mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai waktu maupun mekanisme pelantikan.

“Ini yang menjadi pertanyaan kami. Tiba-tiba sudah ada Kakan Kemenag yang baru, tapi kapan dilantik, bagaimana prosesnya, tidak diketahui. Terasa senyap, ada apa sebenarnya?” ujar salah seorang tokoh agama yang enggan namanya ditulis di Pangkalan Kerinci, Kamis (24/4/2026).

Sebelumnya, jabatan Kakan Kemenag Pelalawan sempat kosong setelah purna tugasnya Drs H Syafwan. Untuk mengisi kekosongan, H Sudur, S.Fil.I., M.Pd ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Secara umum, pelantikan pejabat definitif di lingkungan Kemenag kabupaten/kota dilakukan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.

Namun hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Kanwil Kemenag Riau, DR H Muliardi M.Pd melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan, meski pesan telah terbaca.

Hal serupa juga terjadi saat konfirmasi kepada Kasubbag Tata Usaha Kemenag Pelalawan H Sudur, S. Dil, I M. Ag yang belum memberikan jawaban.

Di tengah pentingnya transparansi dalam jabatan publik, “sunyi” dalam proses pelantikan ini justru menimbulkan kegaduhan baru, kegaduhan dalam bentuk pertanyaan.

Masyarakat kini menunggu kejelasan. Sebab dalam urusan pelayanan umat, bukan hanya hasil yang penting, tetapi juga proses yang terbuka dan dapat dipercaya.

“Kita tidak mau Pelalawan dijadikan sebagai tempat harimau membuang anaknya,” tukas tokoh agama penuh makna.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *