Kamis , 7 Mei 2026

Plt Gubri : Kesejahteraan Harga Mati, Hak dan Perlindungan Buruh tak Bisa Ditawar

PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Provinsi Riau bukan sekadar seremoni tahunan.

Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Riau untuk menegaskan komitmen nyata: kesejahteraan, hak, dan perlindungan pekerja harus menjadi prioritas utama.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, hadir langsung di Lapangan MTQ Pekanbaru, Minggu (3/5/2026), memberikan apresiasi kepada ribuan pekerja yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja bukan hanya kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

“Buruh bukan sekadar pekerja. Mereka adalah penggerak utama, aktor intelektual dan fisik di balik kemajuan Riau,” tegasnya.

Ia menyebut, tanpa kontribusi pekerja, cita-cita besar menjadikan Riau sebagai pusat ekonomi di Sumatera hanya akan menjadi wacana tanpa realisasi.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa May Day harus dimaknai sebagai bentuk penghargaan tulus pemerintah terhadap peran vital buruh dalam menjaga denyut perekonomian tetap hidup.

“Ini bukan sekadar perayaan. Ini adalah bentuk penghormatan kepada mereka yang setiap hari menggerakkan roda ekonomi daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, SF Hariyanto juga mengingatkan pentingnya sinergi dalam hubungan industrial. Ia menyebut adanya “segitiga emas” yang harus berjalan seimbang, yakni pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.

Ketiganya, menurutnya, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri atau saling mengorbankan.

“Hubungan industrial yang sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak saling memahami dan berjalan beriringan,” jelasnya.

Kepada dunia usaha, ia mengajak untuk mengubah cara pandang terhadap tenaga kerja. Pekerja tidak boleh lagi dianggap sekadar alat produksi, tetapi harus diposisikan sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan bisnis.

Sementara itu, serikat pekerja diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas melalui komunikasi yang terbuka dan konstruktif.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Riau juga memastikan diri hadir sebagai penengah yang adil. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), pemerintah siap menerima dan memfasilitasi setiap aspirasi maupun persoalan yang muncul di kalangan pekerja.

“Silakan sampaikan setiap aspirasi dan persoalan. Kami siap mendengar, berdialog, dan mencari solusi terbaik secara bersama-sama,” kata SF Hariyanto.

Ia pun mengingatkan agar setiap persoalan ketenagakerjaan tidak dibiarkan berlarut hingga memicu konflik berkepanjangan.

Menutup sambutannya, SF Hariyanto mengajak seluruh elemen untuk menjaga kekompakan dan membangun kepercayaan demi masa depan Riau yang lebih adil dan sejahtera.

“Kita ingin buruh sejahtera, dan di saat yang sama industri terus tumbuh. Kuncinya adalah dialog yang jujur dan saling percaya,” pungkasnya.(dre)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *