Jumat , 8 Mei 2026

Cegah Narkoba dan Barang Terlarang, Lapas Bengkalis Gandeng TNI-Polri Razia Blok Hunian

BENGKALIS (pekanbarupos.co) —  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menggelar razia terhadap warga binaan dengan menggandeng anggota TNI-Polri, Jumat (08/05),

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas, Priyo Tri Laksono. Kegiatan Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi kesehatan, dan tes urine massal.

Langkah ini menjadi bukti nyata dalam mewujudkan transformasi pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan berintegritas tinggi.

Apel ini juga dihadiri unsur aparat penegak hukum gabungan, AKP Irsanuddin Harahap dari Polres Bengkalis serta Serda Harnoto dari Kodim 0303 Bengkalis.

Kehadiran mereka menjadi penegas bahwa operasi pembersihan ini berjalan dengan dukungan penuh sinergitas TNI dan Polri.

Di hadapan seluruh petugas dan warga binaan, Kalapas Priyo Tri Laksono menegaskan bahwa pemberantasan narkoba, barang terlarang, dan praktik penipuan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek penegakan hukum hingga pembinaan mental.

“Kita menunjukkan pemberantasan yang totalitas. Melalui ikrar ini, integritas seluruh petugas dipertaruhkan. Tidak ada toleransi sedikit pun bagi siapa pun, baik petugas maupun warga binaan, yang terlibat dalam peredaran atau penyalahgunaan barang haram. Sinergitas dengan TNI dan Polri hari ini adalah bukti bahwa Lapas Bengkalis siap menjadi zona aman dan zona bersih mutlak,” tegas Priyo dengan nada keras dan tegas.

Menurutnya, tugas pemasyarakatan bukan sekadar mengamankan, tetapi membentuk manusia yang bebas dari jerat zat adiktif agar kelak kembali ke masyarakat dengan mental yang kuat dan berkarakter.

Seremonial ikrar tidak berhenti pada janji semata. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi kesehatan yang dipaparkan langsung oleh dr. Yolanda dari tim medis Lapas Bengkalis.

Secara mendetail, dokter membeberkan dampak mengerikan narkoba yang mampu merusak organ tubuh hingga menghancurkan kesehatan jiwa, disertai penguatan aspek hukum yang disampaikan perwakilan Polres Bengkalis.

Sebagai bentuk pembuktian nyata dan menjamin transparansi kebersihan internal, pihak Lapas melakukan tes urine massal secara serentak. Sebanyak 50 warga binaan dan 26 petugas menjalani pemeriksaan guna memastikan tidak ada satu pun elemen di dalam lingkungan ini yang terindikasi positif zat terlarang.

Langkah ini menjadi langkah pencegahan dini sekaligus peringatan keras bahwa pengawasan dilakukan tanpa pandang bulu

Puncak dari operasi hari itu adalah aksi penyisiran menyeluruh ke seluruh blok hunian. Bersama personel gabungan TNI dan Polri, petugas Lapas masuk ke setiap kamar, mengecek setiap sudut, menyelidiki tempat-tempat tersembunyi, dan membongkar segala kemungkinan tempat penyimpanan barang terlarang.

Fokus utama razia adalah memburu keberadaan telepon genggam ilegal, perangkat komunikasi, maupun sisa-sisa narkoba yang kerap disembunyikan dengan berbagai cara.

Kehadiran aparat gabungan memberikan dampak psikologis dan teknis yang kuat, memastikan tidak ada celah bagi siapa pun untuk berbuat curang atau melanggar aturan di balik tembok lembaga pemasyarakatan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sangat kondusif. Kalapas menginstruksikan agar semangat pembersihan ini tidak hanya berlangsung saat kegiatan, melainkan menjadi budaya keseharian. Disiplin tinggi dan konsistensi pengawasan menjadi kunci utama agar cita-cita pemasyarakatan yang maju, bersih, dan bebas dari praktik ilegal benar-benar terwujud dan terjaga selamanya. (Mil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *