Rabu , 20 Mei 2026

31 Desa dan Kelurahan Gandeng Bank Sampah, Lahirkan Dua Inovasi Unggulan ” Bedak dan Bansaku”

BENGKALIS (pekanbarupos.co)– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis kembali memperkuat komitmen menjaga kelestarian alam sekaligus memberdayakan ekonomi warga.

Langkah nyata ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Bengkalis dengan Bank Sampah Induk Berseri, Selasa (19/05/2026).

Kerjasama ini menjadi landasan resmi peluncuran dua program andalan inovatif: BEDAK (Bersih Desa Kelurahan) dan BANSAKU (Bank Sampah Desa Kelurahan).

Acara bersejarah ini digelar di Pendopo Panglima Minal Kantor Camat Bengkalis dan dihadiri langsung oleh Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan, S.IP., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Agus Susanto, S.T., M.Si., beserta jajaran, para Lurah, Kepala Desa, Penjabat Kepala Desa, pengurus Bank Sampah Induk Berseri, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kepala DLH Kabupaten Bengkalis, Agus Susanto, mengungkapkan antusiasme luar biasa dari pemerintah desa dan kelurahan. Sebanyak 31 wilayah di Kecamatan Bengkalis telah resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk bergabung dalam sistem pengelolaan sampah terpadu ini.

“Hari ini kita saksikan 31 desa dan kelurahan telah berkomitmen menandatangani kerjasama dengan Bank Sampah Induk Berseri. Ini bukti nyata bahwa semangat gotong royong mewujudkan lingkungan bersih di Bengkalis semakin kuat dan menyatu,” ujar Agus Susanto.

Ia menjelaskan, tujuan utama program ini adalah mengubah pola pengelolaan sampah mulai dari hulu. Melalui inovasi BEDAK, digalakkan gerakan massal menjaga kebersihan lingkungan desa dan kelurahan. Sementara itu, BANSAKU hadir sebagai wadah ekonomi di tingkat desa, di mana sampah dipilah dan dipisahkan sejak dari sumbernya agar memiliki nilai jual dan manfaat ekonomi.

“Tujuan kami sederhana namun berdampak besar: sampah harus terpilah, terpisah, dan akhirnya bernilai ekonomi. Lewat BEDAK dan BANSAKU, masyarakat tidak hanya mendapatkan lingkungan yang sehat dan bersih, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan dari sampah yang dikelola dengan benar dan baik,” tegasnya.

Agus Susanto juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kecamatan Bengkalis di bawah kepemimpinan Camat Rafli Kurniawan yang menjadi penggerak utama lahirnya inisiatif ini. Menurutnya, semangat inovasi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan menjadi kunci keberhasilan gerakan partisipatif ini.

“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola Bank Sampah Induk Berseri adalah fondasi utama terciptanya sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Kami berharap kerjasama ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi gerakan nyata yang melahirkan pelayanan publik yang humanis, ramah lingkungan, dan berkeadilan,” tambahnya.

Penandatanganan ini menandai dimulainya era baru pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang melibatkan langsung perangkat daerah dan warga. Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat optimis, langkah ini menjadi cikal bakal lahirnya beragam inovasi lingkungan lain yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian bumi Bengkalis.(Mil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *