BANDARSEIKIJANG(pekanbarupos.co)-Peredaran narkoba kembali menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan.
Di balik rumah-rumah warga yang tampak biasa, transaksi barang haram itu terus bergerak diam-diam, mengintai generasi muda, merusak masa depan keluarga, dan menghancurkan kehidupan pelakunya sendiri.
Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Pelalawan berhasil mengungkap dugaan tindak pidana narkotika di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan.
Pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang curiga adanya aktivitas transaksi narkotika di sebuah rumah di wilayah tersebut.
Kapolres Pelalawan John Louis Letedara melalui Kasat Resnarkoba Haryanto Alex Sinaga, Rabu (27/5/2026), menyampaikan bahwa setelah melakukan penyelidikan mendalam dan memperoleh informasi yang akurat, tim langsung bergerak melakukan penggerebekan pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan seorang pria inisial Ray (29). Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sebuah kaleng rokok Surya berisi lima paket diduga sabu, serta sebuah kotak putih yang berisi 21 paket diduga narkotika jenis sabu.
Dari pria kelahiran Pangkalan Kerinci dan tinggal di Dusun Beringin Indah Desa Simpang Beringin Kecamatan Bandar SeiKijang Kabupaten Pelalawan diamankan total barang bukti sebanyak 26 paket sabu dengan berat kotor mencapai 5,09 gram.
Polisi juga menyita satu unit handphone Android merk Oppo warna hitam yang diduga berkaitan dengan aktivitas transaksi tersebut.
Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku memperoleh barang haram itu dari seseorang berinisial MT melalui perantara seorang pria bernama W yang saat ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
“Kini tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Pelalawan guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,”ungkap Kapolres.
Ia mengingatkan kasus ini kembali menjadi peringatan keras bahwa narkoba tidak hanya menghancurkan pelakunya, tetapi juga merusak keluarga, lingkungan sosial, hingga masa depan daerah.
Katanya, tidak sedikit generasi muda yang awalnya hanya mencoba, kemudian terjerat menjadi pengguna bahkan pengedar.
“Kami juga berharap peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Keberanian warga memberikan informasi kepada aparat menjadi bukti bahwa perang melawan narkotika tidak bisa dilakukan sendirian. Jika dibiarkan, narkoba akan terus menggerogoti kehidupan masyarakat dari dalam secara perlahan namun pasti,”tutup Kapolres.(amr)
Pekanbaru Pos Riau