Selasa , 30 Juni 2026
Oplus_131072

Ruang Kerja Bupati, Wabup, Sekda, Asisten I hingga Ketua DPRD Kuansing Disegel KPK

KUANSING (pekanbarupos.co)–Kabar adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan isapan jempol. Pasalnya, sejumlah ruang kerja di Kantor Bupati Kuansing disegel KPK, Selasa (30/6/2026) dini hari.

Pantauan Pekanbaru Pos di lapangan, Selasa (30/6/2026) pagi, sejumlah ruangan di Kantor Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) sudah disegel KPK.

Di setiap segel terlihat tulisan tangan penyidik yang mencantumkan paraf petugas KPK, tanggal dan waktu penyegelan, yakni Selasa, 30 Juni 2026.

Ruangan yang disegel meliputi ruang kerja Bupati Kuansing, ruang rapat bupati, ruang kerja Wakil Bupati Muhklisin, ruang kerja Sekretaris Daerah Zulkarnain, hingga ruang kerja Asisten I Setda Kuansing, Fahdiansyah.

Selain itu, petugas KPK juga menyegel ruang kerja Ketua DPRD Kuansing Juprizal.

Suasana di kompleks perkantoran pemerintah itu terasa berbeda dari biasanya. Jika hari biasa, kondisi kantor tampak ramai dengan kehadiran ASN, tapi setelah beredar kabar penangkapan oleh KPK, kehadiran ASN sangat minim.

Hanya beberapa orang ASN saja terlihat datang ke kantor. Sebagian mereka ada yang duduk-duduk di luar dan sebagian lain duduk di dalam ruangan.

Di lobi kantor, seorang anggota Satpol PP yang berjaga mengaku tidak mengetahui kapan penyidik KPK melakukan penyegelan.

“Kemarin belum ada penyegelan. Saya baru datang pagi ini, sejumlah ruangan telah disegel,” ujarnya singkat sembari meminta namanya tidak disebutkan.

Sementara Asisten II Setdakab Kuansing Drs Napisman mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya penyegelan di kantor Bupati Kuansing.

“Tidak tau saya kalau ada penyegelan. Dari kemarin saya fokus di media center MTQ,” ujar Napisman.

Ruang Ketua DPRD juga Disegel KPK

Selain menyegel ruang kerja Bupati, Wabup, Sekda dan Asisten I Setda Kuansing, petugas KPK juga menyegel ruang kerja Ketua DPRD Kuansing Juprizal.

Pantauan Pekanbaru Pos di lapangan, pintu ruangan pimpinan DPRD Kuansing dikunci, namun Pekanbaru Pos masih bisa melihat ruang kerja Ketua DPRD Kuansing tersebut tersegel.

Sementara Sekwan DPRD Kuansing Andi Zulfitri mengatakan bahwa penyegelan ruang Ketua DPRD Kuansing dilakukan pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

“Tadi malam sekitar pukul 02.00 WIB dini hari,” kata Andi Zulfitri kepada Pekanbaru Pos kemarin.

Menurut Andi, dirinya tidak berada di lokasi saat penyegelan berlangsung. Informasi tersebut diperoleh dari petugas penjaga gedung DPRD yang menyaksikan langsung kedatangan tim KPK.

Andi menjelaskan, penjaga gedung sempat diminta menyerahkan kunci ruang kerja Ketua DPRD kepada petugas KPK.

“Penjaga tersebut mengatakan ada petugas KPK meminta kunci ruangan Ketua DPRD. Setelah itu, ruangan Ketua DPRD disegel,” ujarnya.

Usai menerima laporan tersebut, pihak Sekretariat DPRD langsung mengambil langkah pengamanan dengan mengunci seluruh akses menuju ruang pimpinan DPRD agar garis segel KPK tidak terganggu maupun dirusak.

Dampaknya, akses menuju ruang Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD Kuansing juga ikut tertutup.

“Kalau Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II mau masuk, nanti akan kita fasilitasi. Akan kita bukakan untuk mereka,” jelas Andi.

Andi mengaku belum mengetahui secara pasti keberadaan Ketua DPRD Kuansing, Juprizal.

Penyegelan ruang Ketua DPRD ini semakin memperluas rangkaian tindakan KPK di Kuansing menyusul kabar operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung sejak Senin (29/6/2026)

Meski demikian, hingga Selasa pagi belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai perkara yang sedang ditangani maupun pihak-pihak yang diamankan.

Di tengah berkembangnya kabar tersebut, keberadaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby masih belum diketahui.

Upaya menghubungi kerabat maupun sejumlah orang dekatnya juga belum membuahkan hasil.

Sementara itu, Wakil Bupati Muhklisin yang pada Senin malam sempat terlihat keluar dari rumah dinas Sekda Zulkarnain juga belum terlihat beraktivitas.

Pantauan di rumah dinas Bupati, suasana tampak lengang. Hanya beberapa pekerja taman yang terlihat membersihkan halaman. Lampu garasi masih menyala, namun pintu utama rumah tetap tertutup rapat.

Kondisi serupa juga terlihat di rumah dinas Wakil Bupati dan Sekda.

Kedua rumah dinas tersebut tampak sepi tanpa aktivitas yang mencolok, menambah tanda tanya di tengah menguatnya dugaan operasi senyap KPK di Kuansing.(cil)

 

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *