KAMPAR (pekanbarupos.co)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau kembali memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan dengan menggelar Bootcamp Duta Literasi Keuangan Tahun 2026 di Kampar, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan yang diselenggarakan untuk membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman keuangan yang baik serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Bootcamp yang berlangsung di Hotel Labersa, Kampar, secara resmi dibuka oleh Kepala OJK Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis (LMSt), Yunita Andriani.
Program ini diikuti oleh 20 mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau yang telah melewati proses seleksi. Tahun ini menjadi penyelenggaraan batch ketiga dari program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam memahami literasi dan inklusi keuangan, khususnya di era digital.
Selain memperkuat pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai industri jasa keuangan, program ini juga bertujuan mempersiapkan mahasiswa sebagai duta edukasi keuangan atau multiplier agent yang dapat mendorong masyarakat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Yunita Andriani menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun masyarakat yang semakin cerdas secara finansial di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital.
“Di tengah semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan dan maraknya penawaran investasi maupun pinjaman online ilegal yang menjanjikan keuntungan instan, generasi muda perlu memiliki literasi keuangan yang memadai agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan terhindar dari berbagai risiko,” ujar Yunita.
Menurutnya, kemampuan memahami risiko keuangan menjadi sangat penting, terutama bagi kelompok usia 18 hingga 25 tahun yang didominasi mahasiswa dan menjadi salah satu kelompok masyarakat paling aktif menggunakan berbagai produk dan layanan keuangan.
Yunita juga menekankan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama bagi generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi dan perkembangan industri keuangan digital yang terus berkembang.
Selama mengikuti bootcamp, para peserta mendapatkan berbagai materi pembekalan mulai dari literasi dan inklusi keuangan, pemahaman mengenai industri jasa keuangan, keterampilan public speaking, hingga teknik pembuatan konten edukasi digital.
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan OJK dalam menyampaikan informasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat dengan cara yang mudah dipahami serta menjangkau lebih banyak kalangan.
Program ini juga merupakan bagian dari dukungan OJK terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), yang bertujuan mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui pembentukan dua juta Duta Literasi Keuangan di seluruh Indonesia.
Mahasiswa menjadi salah satu segmen prioritas dalam program tersebut karena dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan secara berkelanjutan kepada masyarakat luas.
Melalui penyelenggaraan Bootcamp Duta Literasi Keuangan Tahun 2026, OJK Provinsi Riau berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.
Ke depan, OJK Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.(yan)
Pekanbaru Pos Riau