Sabtu , 25 Juli 2026

Meresahkan, Antrian Pelangsir BBM Bersubsidi Mengular Hingga Ratusan Meter

INHU (pekanbarupos.co) – Ulah pelangsir bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di salah satu SPBU di kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Riau meresahkan masyarakat.

Narasumber Pekanbaru Pos menjelaskan pemicu keresahan disebabkan antrian kendaraan milik pelangsir bersama kendaraan warga memadati area SPBU bahkan mengular hingga ke badan jalan yang berdampak pada kemacetan arus Lalulintas dan dikuatirkan rawan Lakalantas.

“Awak mau masuk ke SPBU saja sudah sesak akibat padatnya antrian mobil yang hendak mengisi BBM hingga ratusan meter dibadan jalan,” ungkap Dodi Fernando, SH, MH, Kamis (23/7/26).

Katanya, fenomena ratusan antrian kendaraan disekitar SPBU Peranap sudah acap kali dilaporkan ke fihak berwajib namun sayang tindakan penertiban terkesan hanya berkala. “Sebenarnya warga itu sudah melaporkannya ke Polisi lalu ditertibkan, tapi setelahnya kemacetan kembali terjadi,” sesalnya.

Pengacara kondang asal Inhu itu mensinyalir tingkat kemacetan Lalin disekitar SPBU diperparah menjamurnya kendaraan pelangsir BBM bersubsidi Bio Solar dan Pertalite berebutan dengan kendaraan umum. “Sebenarnya masyarakat itu tidak terlalu peduli terhadap ulah oknum-oknum pelangsir, tapi hendaknya pengelola SPBU itu harus memprioritaskan kendaraan umum masyarakat dan pengelola SPBU harus menjaga disiplin antrian kendaraan,” ucap Dodi, berharap.

Masyarakat mensinyalir menjamurnya kendaraan pelangsir BBM Bersubsidi dari SPBU Peranap akibat masih lemahnya pengawasan instansi terkait khususnya dari pihak APH.

“Masyarakat itu sendiri sudah tanda dengan ciri-ciri mobil pelangsir di Peranap, karena kendaraan yang setiap harinya melansir selalu ikut antri berebutan BBM yang mengakibatkan kelangkaan BBM hingga tingkat kemacetan akibat kendaraan berlapis berebutan BBM,” bebernya.

Dodi berharap ‘budaya’ lansir BBM Bersubsidi di SPBU Peranap dapat ditertibkan jauh sebelum habis kesabaran masyarakat, karena akibat ulah pelangsir BBM Bio Solar jadi langka. “Kabarnya SPBU ini milik oknum pejabat publik, seyogyanya harus jadi pilot projeck” pinta Dodi. (San)

About Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *