Sabtu , 22 Agustus 2026

OJK Riau Perkuat Budaya Menabung Pelajar, 1,38 Juta Siswa Sudah Punya Rekening SimPel

PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau memperkuat komitmen membangun budaya menabung sejak dini melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri perbankan, satuan pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Kegiatan berlangsung di Kantor OJK Provinsi Riau, Kamis (20/8).

Kepala OJK Provinsi Riau Mohammad Fredly Nasution mengatakan, Hari Indonesia Menabung tidak hanya menjadi momentum untuk mendorong masyarakat gemar menabung. Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini.

“Menabung mengajarkan kita untuk disiplin, merencanakan masa depan, serta menggunakan dan mengelola keuangan secara bijak. Karena itu, membangun budaya menabung sejak dini merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan mandiri secara finansial,” ujar Fredly.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri atas perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Bank Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, pimpinan perbankan, kepala sekolah, guru, serta pelajar SD, SMP, dan SMA dari berbagai wilayah di Provinsi Riau.

Sebagai bentuk konkret penguatan budaya menabung, industri perbankan di Provinsi Riau terus menjalankan berbagai program edukasi dan inklusi keuangan di lingkungan satuan pendidikan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Dalam periode 1 Juli 2025 hingga 31 Juli 2026, pembukaan rekening melalui Program KEJAR mencapai 51.321 rekening dengan total nominal Rp65,57 miliar. Sementara itu, kegiatan edukasi keuangan telah menjangkau 14.283 pelajar.

Pada 2026, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Riau juga terus mendorong pelaksanaan Program KEJAR sebagai salah satu program strategis untuk memperluas akses keuangan bagi pelajar.

Dari total 1.733.643 pelajar di Provinsi Riau, sebanyak 1.383.103 pelajar telah mempunyai rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

Capaian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam membangun kebiasaan menabung sekaligus memperluas akses pelajar terhadap layanan keuangan.

Namun, peningkatan akses tersebut dinilai perlu dibarengi dengan penguatan pemahaman. Dengan demikian, pelajar tidak hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga dapat menggunakannya secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, Indeks Literasi Keuangan Provinsi Riau tercatat sebesar 68,93 persen. Sementara itu, Indeks Inklusi Keuangan mencapai 92,79 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat Riau terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal telah berada pada tingkat yang tinggi. Meski demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan pemahaman mengenai keuangan, terutama di kalangan pelajar.

“Peningkatan literasi harus berjalan seiring dengan peningkatan inklusi keuangan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara tepat,” kata Fredly.

Fredly menilai penguatan literasi dan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk membangun ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif.

“Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan oleh OJK sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, perbankan, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif,” ujar Fredly.

Sementara itu, Plt. Gubernur Riau yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau M. Job Kurniawan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026.

Pemerintah Provinsi Riau mendukung langkah OJK, industri perbankan, dan satuan pendidikan dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan, khususnya bagi pelajar. Upaya tersebut dilakukan melalui Program KEJAR, edukasi keuangan, dan berbagai kegiatan yang mendorong budaya menabung sejak dini.

M. Job Kurniawan berharap kolaborasi seluruh pihak dapat terus diperkuat agar semakin banyak pelajar di Riau memperoleh akses sekaligus mempunyai pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan untuk mempersiapkan masa depan.

Selain edukasi dan inklusi keuangan, OJK Provinsi Riau juga menggelar Lomba Video Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menabung dan mengelola keuangan secara bijak. Selain itu, pelajar juga didorong memahami implementasi Program KEJAR serta perannya sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran keuangan di lingkungan sekolah dan keluarga.

OJK Provinsi Riau turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau, Bank Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Riau, industri perbankan, satuan pendidikan, guru, orang tua, serta seluruh pelajar yang telah berpartisipasi dalam rangkaian Hari Indonesia Menabung Tahun 2026.

Ke depan, OJK Provinsi Riau akan terus memperluas jangkauan edukasi dan literasi keuangan melalui berbagai program kolaboratif bersama pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan di Provinsi Riau.(yan)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *