Sabtu , 22 Agustus 2026

KKI 2026 Dorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing, Dua UMKM Riau Tampil di Jakarta

JAKARTA (pekanbarupos.co)– Bank Indonesia (BI) menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bagian dari komitmen memperkuat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

KKI 2026 mengusung semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh yang bermakna “Berdaya, Bersama-sama”. Kegiatan berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Dengan tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat daya saing UMKM, membuka akses pembiayaan, mendorong digitalisasi, serta memperluas akses pasar.

Penyelenggaraan KKI 2026 melibatkan sinergi 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis, termasuk asosiasi, perbankan, pelaku usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, penguatan UMKM dalam KKI 2026 diarahkan pada tiga kata kunci, yakni Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.

Bangkit mencerminkan semangat pemulihan UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan. Sementara itu, aspek tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha serta akses pembiayaan yang berkelanjutan.

Adapun aspek berdaya saing didorong melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar, baik di dalam negeri maupun ke pasar ekspor.

Semangat tersebut turut ditunjukkan melalui keikutsertaan dua UMKM asal Riau dalam KKI 2026, yakni Rumah Tenun Kampung Bandar dan Sakinah by Thiffa Qaisty. Keduanya membawa kekayaan wastra dan kreativitas Riau untuk diperkenalkan kepada masyarakat serta pasar yang lebih luas di tingkat nasional.

Rumah Tenun Kampung Bandar merupakan brand dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pucuk Rebung yang secara konsisten menjaga keberlanjutan tradisi tenun Melayu Riau.

Tenun Kampung Bandar mengembangkan beragam produk kain tenun yang dapat digunakan sebagai bahan pakaian maupun songket. Salah satu produk yang dipamerkan dalam KKI 2026 dibuat menggunakan teknik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan pengembangan motif khas Riau dan pemanfaatan pewarna alam.

Kehadiran Tenun Kampung Bandar menjadi gambaran bahwa upaya pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Sakinah by Thiffa Qaisty menghadirkan pendekatan berbeda dalam mengembangkan kekayaan wastra Riau melalui produk fesyen modern.

Brand fashion muslim ready to wear deluxe asal Pekanbaru tersebut mengembangkan produk dengan karakter urban dan futuristik. Kreativitasnya diwujudkan melalui perpaduan tekstil tradisional Indonesia, seperti tenun dan batik, dengan desain modern, sulaman tangan, serta payet.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya lokal dapat diolah menjadi produk fesyen yang relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.

”Partisipasi UMKM Riau dalam KKI 2026 merupakan bagian dari upaya untuk membawa potensi lokal ke tingkat yang lebih luas. Kami ingin produk UMKM Riau tidak hanya dikenal karena keunikan budayanya, tetapi juga mampu memiliki nilai tambah, kualitas, dan daya saing,” jelas Panji Achmad, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau.

KKI 2026 menjadi penyelenggaraan yang ke-11. Tahun ini, ajang tersebut menghadirkan lebih dari 550 UMKM dalam pameran luring.

Sementara itu, pameran daring melalui platform digital KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Selama empat hari penyelenggaraan, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Agenda tersebut mencakup talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, serta showcase UMKM unggulan.

Selain itu, berbagai kegiatan juga disiapkan untuk memperkuat interaksi dan membangun ekosistem UMKM yang semakin kuat.

Melalui KKI 2026, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong UMKM Indonesia agar mampu bangkit, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus memperluas peluang produk-produk unggulan daerah untuk menembus pasar nasional dan ekspor.(yan)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *