Sabtu , 29 Agustus 2026

Jalur Alam Cahayo Tuah Nagori Juara Festival Pacu Jalur Tradisional 2026

KUANSING (pekanbarupos.co) – Festival Pacu Jalur Tradi­sional 2026 di Tepian Narosa Telukkuantan, Kuantan Singingi (Kuansing) berakhir, Ahad (23/8).

Jalur Alam Cahayo Tuah Nagori dari Kecamatan Cerenti keluar sebagai juara usai meghentikan perlawanan juara bertahan Bintang Emas Cahaya Intan Hulu Kuantan di grand final.

Laga seru dimulai saat semifinal. Di hilir pertama, berlaga dua jalur asal Cerenti yakni Alam Cahayo Tuah Nogori dengan Pangeran Hilir Rantau Kuantan. Kendati Pangeran Hilir Rantau Kuantan mencoba mengimbangi kecepatan Alam Cahayo Tuah Nogori, namun mereka tidak bisa bertahan terlalu lama.

Sampai di pancang kelima, Jalur Alam Cahayo Tuah Nogori memastikan memenangkan perpacuan. Anak jalur kedua jalur se-kecamatan itu, langsung berangkulan ketika sampai di pancang finish.

Di hilir kedua, saling berhadapan dua rival di arena Tepian Narosa Teluk Kuantan. Yakni juara bertahan Bintang Emas Cahaya Intan Kecamatan Hulu Kuantan dengan peringkat III tahun lalu, yakni Panglimo Rimbo Piako dari Inhu.

Hasilnya, Bintang Emas Cahaya Intan memupus harapan satu-satunya jalur asal Inhu, Panglimo Rimbo Piako, dan lolos ke final.

Di final, Jalur Bintang Emas Cahaya Intan tak ingin melepaskan gelar juara dengan mudah. Baru di pancang kelima, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagori Cerenti berhasil mendahului dan memastikan gelar juara.

Kesedihan terlihat dari seluruh anak Bintang Emas Cahaya Intan. Sedangkan rasa haru dan gembira terlihat di seluruh anak pacuan dan pendukung Alam Cahayo Tuah Nagori.

Sementara perpacuan jalur perebutan posisi III juga menegangkan. Tapi Panglimo Rimbo Piako dari Inhu berhasil mengakhiri perlawanan Pangeran Hilir Rantau Kuantan Cerenti. Sedangkan peringkat V ditempati Toduang Biso Rimbo Piako Kuantan Mudik.

Posisi VI hingga X ditempati Sari Jadi Gementar Alam Kuantan Hilir Seberang, Rajo Bujang Pangean, Panglima Hitam Bintang Nagori Inuman, Panglima Tasik Indang Bunian Inhu, dan Kalajengking Tigo Jumbalang Kuantan Mudik.

Peringkat XI hingga VX ditempati Putri Anggun Sibiran Tulang Kuantan Mudik, Panglima Indragiri Dubalang Hitam Inhu, Ratu Sialang Kuantan Mudik, Tuah Datuk Keramat Imbang Dialam Inhu. Juara XV, dan Tuah Keramat Bukit Embun Inhu.

“Alhamdulillah, pacu jalur hari terakhir ini berjalan lancar. Dan malam ini akan dibagikan langsung hadiah para pemenang jalur,” ujar Ketua Umum Pacu Jalur Tradisional 2026, Andi Cahyadi usai perpacuan.

“Dan selamat pada para pemenang,” tambahnya.

Jalur-jalur yang berhasil meraih juara mendapatkan uang pembinaan, piala dan Piagam. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing sudah menganggarkan Rp493,5 juta dari APBD Kuansing untuk hadiah pemenang 1-15.

Juara I diberikan uang pembinaan sebesar Rp80 juta. Peringkat II Rp70 juta, posisi III Rp65 juta, posisi IV mendapat Rp55 juta, peringkat V Rp50 juta, peringkat VI diberikan Rp45 juta, peringkat VII mendapat Rp35 juta, peringkat VIII Rp25 juta, peringkat IX mendapat Rp17,5 juta, dan peringkat X memperoleh Rp13,5 juta.

Sementara untuk peringkat XI-XV masing-masing mendapat uang pembinaan Rp7,5 juta. Sedangkan dari APBD Riau, untuk hadiah pacu jalur total yang disiapkan sebesar Rp180 juta. Dengan rincian, jalur juara diberikan Rp70 juta, runner-up Rp60 juta, dan peringkat III diberikan Rp50 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing Muklisin menyebutkan, pacu jalur mengajarkan kepada semua bahwa sebuah kemenangan tidak pernah lahir dari kerja seorang diri.

Di dalam sebuah jalur terdapat kekompakan, kedisiplinan, kepemimpinan, kepercayaan, semangat gotong royong dan perjuangan bersama.

Nilai-nilai inilah yang harus terus di kedepankan dalam membangun Kuansing. Kalau jalur ingin laju menuju tepi seluruh anak pacu harus mendayung dengan irama yang sama begitu pula membangun daerah Kuansing ini harus bergerak bersama seiya sekata dengan semangat kebersamaan.

Muklisin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia jajaran keamanan tenaga kesehatan rangka daerah masyarakat para sponsor dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan pacu jalur tradisional tahun 2026 dapat berlangsung dengan baik terima kasih.

Jalur yang menang menjadikannya sebagai motivasi dan jalur yang kekalahan tetaplah semangat dan berbesar hati.

Kehadiran ribuan masyarakat dan wisatawan selama pelaksanaan pacu jalur memberikan peluang bagi pelaku UMKM, pedagang, pengusaha transportasi, pelaku ekonomi kreatif, perhotelan kuliner dan berbagai sektor lainnya.

Karena itu ke depannya harus terus dilakukan pembenahan. Pacu jalur harus dikelola semakin profesional, semakin semakin menarik tetapi tetap berakar kuat pada nilai-nilai adat dan budaya bangsa ini. Jangan sampai kemajuan zaman membuat Kuansing kehilangan identitas.

Muklisin pun mengajak untuk menjadikan momentum pacu jalur tradisional tahun 2026 ini sebagai energi baru untuk membangun Kuantan Singingi, yang lebih maju, lebih sejahtera berbudaya dan bermartabat.

“Mari kita perkuat persatuan dan tingkatkan kegotongroyongan, menjaga keamanan, ketertiban dan kebersamaan. Mendukung pembangunan daerah Kabupaten Kuantan Singingi,” sebutnya.(cil/rpg)

 

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *