PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi perhatian serius. Hingga Ahad (30/8/2026), aktivitas belajar di sejumlah sekolah masih dilakukan secara daring karena kekhawatiran terhadap dampak kesehatan akibat paparan asap.
Kondisi di Pangkalan Kerinci sendiri mulai menunjukkan sedikit perbaikan. Kabut tampak menipis dibanding sebelumnya. Namun, bau asap masih cukup menyengat, terutama pada waktu-waktu tertentu.
Belum diketahui apakah pada Senin (31/8/2026) kegiatan belajar akan kembali dilaksanakan secara tatap muka atau masih dilakukan secara daring. Kondisi kualitas udara dan perkembangan kabut asap menjadi salah satu pertimbangan penting.
Di tengah kondisi tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pelalawan bersama IDI Wilayah Riau membuka Posko Kesehatan Gratis Dampak Kabut Asap bagi masyarakat.
Ketua IDI Pelalawan dr Tengku Asrahadi, Sp.B, didampingi Direktur RS Medicare Sorek, dr Acit Mujahid, Ahad (30/8/2026), mengatakan posko tersebut disiapkan sebagai bentuk kepedulian tenaga medis terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Dokter bersatu, Riau sehat,”ujar dr Acit menyebut motto yang menjadi semangat pelayanan yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Kata dia, posko kesehatan berada di Jalan Lintas Timur, Club HSC, depan SMAN 1 Pangkalan Kerinci dan dibuka mulai 29 Agustus hingga 4 September 2026, pukul 10.00–17.00 WIB.
“Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas yang disediakan secara gratis,” ungkap dokter yang dikenal humanis ini.
Pelayanan gratis lanjut dia, yakni konsultasi dan pemeriksaan dokter terkait penyakit akibat asap, penyediaan oksigen, penyediaan nebulizer (terapi uap), pembagian masker juga pembagian vitamin.
Katanya, pelayanan ini merupakan kerja sama IDI Wilayah Riau, IDI Cabang Pelalawan, RSUD Selasih, RS Efarina, RS Amalia Medika dan RS Medicare Sorek.
“Kehadiran posko tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya warga Pangkalan Kerinci dan sekitarnya, untuk memperoleh pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung,”ungkapnya.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau tetap menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Meski kabut menipis, tetapi kewaspadaan jangan ikut menipis. Karena asap yang terlihat berkurang belum tentu berarti dampaknya terhadap kesehatan telah sepenuhnya hilang,”pungkasnya mengingatkan.amr
Pekanbaru Pos Riau